Perburuan Liar Ancaman Terbesar Bagi Orangutan


Medan ( Berita ) :  Perburuan secara liar masih menjadi ancaman terbesar bagi keberadaan orangutan yang sudah dimulai sejak awal abad ke-19 dengan alasan ekonomi dan sebagai bahan makanan pengganti oleh sebagian masyarakat.

Asisten Manager Lapangan dan Penelitian, Sumatran Orangutan Conservation Programme (SOCP), Asril, di Medan, Jumat [12/09] , mengatakan, selain itu, pengumpulan spesimen orangutan untuk keperluan ilmiah oleh ilmuan dari negara asing pada abad ke-19 dan ke-20 juga telah mengorbankan kehidupan ratusan orangutan liar yang terdapat di Indonesia.

“Dampak yang sangat jelas dari perburuan tersebut adalah menurunnya populasi orangutan liar di alam bebas yang akhirnya memperbesar peluang terjadinya ancaman kepunahan pada hewan yang dilindungi pemerintah ini,” katanya.

Berdasarkan hasil workshop PHVA orangutan tahun 2004, populasi orangutan di alam diperkirakan hanya tinggal 58.300 individu, dengan 51.000 individu berada di hutan Kalimantan atau Borneo, dan 7.300 individu terdapat di hutan Sumatera.

Dewasa ini, kata dia, yang sangat disayangkan adalah rata-rata orangutan yang berhasil disita oleh Departemen Kehutanan sebagian besar berasal dari kalangan yang mengerti hukum seperti pejabat, militer dan pengusaha.

“Mereka menjadikannya sebagai hewan peliharaan, karena perilaku hewan ini yang dianggap lucu dan dijadikan sebagai bahan hiburan,”katanya.

Selain perburuan, perubahan habitatnya juga sangat mempengaruhi kemampuan orangutan dalam melangsungkan hidupnya.

Kerusakan habitatnya akibat konservasi lahan hutan menjadi perkebunan skala besar, pengusahaan hutan yang salah, perambahan, illegal loging dan kebakaran, yang dampaknya sama buruknya dengan perburuan terhadap populasi orangutan. ( ant )