Polda NAD Tingkatkan Operasi Tangkap Kriminal Bersenjata : Harian Berita Sore

Polda NAD Tingkatkan Operasi Tangkap Kriminal Bersenjata

10 September 2008 | 16:00 WIB


Banda Aceh ( Berita ) :  Jajaran Polda Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) terus meningkatkan operasi untuk menangkap para pelaku kriminal, khususnya komplotan bersenjata yang meresahkan masyarakat setempat.

“Operasi akan kita tingkatkan untuk menekan dan menangkap pelaku kriminal bersenjata api sebagai upaya menciptakan situasi yang lebih kondusif di Aceh khususnya menjelang Pemilu legislatif 2009,” kata Kabid Humas Polda NAD, AKBP Farid Ahmad Saleh, di Banda Aceh, Rabu [10/09].

Ia menjelaskan, operasi kepolisian gabungan Polres Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe pada Selasa (9/9), melumpuhkan komplotan bersenjata api setelah terlibat baku tembak sekitar lima jam dengan pelaku kriminal di Desa Biram Rayeuk, Kecamatan Panton Labu, Aceh Utara.

Aparat kepolisian mengepung sebuah rumah yang dihuni komplotan kriminal bersenjata api di desa tersebut. Seorang anggota komplotan tersebut tewas dan seorang warga yang membantu polisi sebagai penunjuk jalan juga tewas ditembak komplotan bersenjata itu.

Dalam pengepungan itu, polisi juga menangkap seorang tersangka yang diduga kuat mengetahui sepakterjang komplotan bersenjata yang sudah lama menjadi target operasi (TO) polisi, kata Ahmad Farid.

Pasca baku tembak, aparat kepolisian menyita sepucuk senjata api laras panjang jenis AK-56 bersama 50 butir amunisinya dan satu pistol mainan. Barang bukti tersebut digunakan para pelaku untuk melakukan kejahatannya seperti merampok, merampas dan menculik sasaran.

Pengepungan rumah komplotan bersenjata itu dipimpin Kapolres  Aceh Utara, AKBP Yosi Muhammartha dan Kapolres Lhokseumawe AKBP Zulkifli dengan pengerahan kekuatan sebanyak 80 personil Polri.

Farid menjelaskan, seorang tersangka yang ditangkap dalam baku tembak tersebut hingga kini masih dalam pemeriksaan pihak kepolisian.

Peningkatan operasi kepolisian itu juga menyikapi semakin maraknya aksi kriminalitas bersenjata di provinsi ujung paling barat Indonesia ini.

“Selain itu, suasana kondusif perlu dipertahankan khususnya menjelang Pemilu legislatif 2009. Sipil bersenjata sangat berbahaya bagi keselamatan orang banyak karena itu kita imbau masyarakat agar memberikan informasi kepada Polri jika di desanya ada orang mencurigakan berbuat jahat,” kata dia. ( ant )

Comments

Comments are closed.