PBSI Jatim Evaluasi Kegagalan Di Indonesia Challenge
1 September 2008 | 14:32 WIB
Surabaya ( Berita ) : Pengurus Provinsi PBSI Jawa Timur segera mengevaluasi kegagalan pebulu tangkis setempat merebut gelar di turnamen “GGJP Indonesia Challenge” dan Sirkuit Nasional 2008 di Surabaya pekan lalu. Ketua Pengprov PBSI Jatim, Yacob Rusdianto yang dihubungi di Surabaya, Senin 01/09] , mengaku, kecewa dengan prestasi dan hasil buruk tersebut, apalagi Jatim sebagai tuan rumah. “Sudah pasti kami kecewa, karena tidak satu pun gelar bisa direbut anak-anak. Ini jadi cambuk buat kami dan klub-klub di Jatim,” katanya.Pada “Indonesia Challenge” yang diikuti peserta dari mancanegara, tuan rumah Jatim harus “gigit jari” dan gagal rebut gelar. Hasil ini juga sama seperti penyelenggaraan 2007 lalu.Di Sirnas kelompok pemula hingga taruna, anak-anak Jatim juga tidak mampu mempersembahkan gelar dan kalah bersaing dengan pemain daerah lain, terutama Jateng, Jabar dan DKI Jakarta. Menurut Yacob, kegagalan Jatim di “Indonesia Challenge” dan Sirnas 2008, menjadi bukti bahwa pembinaan bulu tangkis di daerah lain juga sudah berkembang pesat. Namun, ia tidak menyalahkan pemain atau klub, karena seluruh pebulu tangkis Jatim yang di turun di turnamen itu sudah tampil maksimal.“Mereka harus introspeksi dari hasil ini. Kedepan, pembinaan harus lebih ditingkatkan dan pemain juga harus kerja keras untuk memperbaiki penampilannya,” kata Yacob.Ketua Bidang Pembinaan Daerah PB PBSI ini menambahkan, Jatim masih memiliki banyak bibit-bibit pemain handal yang punya prospek bagus untuk berkembang. “Saya masih sangat optimis Jatim bisa melahirkan pebulu tangkis berkelas untuk pelatnas,” katanya. Sementara itu, Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PBSI Jatim, Ferry Stewart juga mengakui, persaingan “Indonesia Challenge” dan Sirnas tahun ini, jauh lebih ketat dan berat dibanding 2007. “Persiapan yang dilakukan anak-anak Jatim juga sudah maksimal, tapi memang lawan-lawan yang dihadapi tangguh-tangguh,” katanya. ( ant )


Comments