Mari Kita Puasa Karena Panggilan : Harian Berita Sore

Mari Kita Puasa Karena Panggilan

1 September 2008 | 14:32 WIB

Firman Allah SWT dalam Al-Quran, surat Al-Baqarah 183: ’’Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, mudah-mudahan kamu bertakwa.’Itulah panggilan Allah SWT yang ditujukan kepada orang-orang yang beriman, sehingga kita jangan terkejut bila melihat banyak orang (Islam) yang tidak berpuasa, banyak orang (Islam) yang melakukan kemungkaran di bulan suci Ramadhan ini, karena apa? Mereka tidak termasuk orang-orang yang dipanggil Allah SWT. Tidak memiliki iman.Justru itu, umat Islam  yang beriman sepatutnya bergembira menyambut datangnya bulan puasa, di mana amalan sunat dibalas dengan pahala ibadah fardu, dan amalan wajib dibalas berlipat-lipat ganda.Wajar umat Islam sangat mendambakan datangnya bulan Ramadan. Terlebih lagi, di bulan itu terdapat malam ’’lailatul qadar’’, malam turunnya Al-Quran. Siapa pun yang memperolehnya dalam arti ikhlas beribadah, berdoa di malam seribu bulan itu  tentu sangat beruntung, Insya Allah surga dalam genggamannya.Begitu hebatnya bulan Ramadhan di mata umat Islam sehingga pola kehidupan masyarakat pun ikut berubah,  di siang hari menjalankan ibadah puasa, dan di malam hari menjalankan amalan lainnya, seperti shalat tarawih, shalat witir, tadarus Al-Quran, zikir, ceramah agama/tausyiah dll. Sangat beruntung umat Islam yang mampu mengamalkan  segala perintah dan larangan Allah SWT, begitu juga meneladani petunjuk dan teladan dari Nabi Muhammad SAW. Tidak larut dengan hal-hal yang duniawi.Yang tidak beruntung adalah orang-orang yang mempermasalahkan berbagai ibadah di bulan puasa, namun dia tidak juga melakukan ibadah. Orang-orang yang suka menyianyiakan waktu, banyak bergunjing, sehingga di bulan puasa ini mereka tidak memperoleh apa-apa, apalagi bagi mereka yang tetap rakus dan tamak dengan harta dan kekuasaan, menzalimi orang lain untuk kepentingan pribadi dan kelompok. Pastilah mereka sangat merugi.Saatnya di bulan baik — belum tentu pada  tahun depan kita bisa merasakan Ramadhan lagi—ini kita meningkatkan (total) mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memperbanyak amalan  untuk ikhrowi, termasuk sedekah kepada kaum marjinal yang kurang beruntung, fakir miskin, anak yatim di sekitar kita atau panti-panti asuhan. Mumpung janji Allah SWT memberi pahala yang berlipat ganda di bulan Ramadhan ini mengapa  tidak kita manfaatkan?Kalau kita (umat Islam) menyadari  begitu mulianya dan banyaknya keutamaan/kelebihan Ramadhan dibandingkan bulan-bulan lainnya, kita  pasti bersemangat, total menjalankan ibadah wajib maupun sunat sebulan lamanya. Tidak akan terjadi, awal Ramadhan masjid-masjid penuh sesak dengan jamaah, namun di pertengahan dan akhir Ramadhan menjadi sepi.Ya,  perjalanan waktu tak terasa, di mana hari ini,  tanggal 1 September 2008 bertepatan dengan masuknya bulan puasa 1 Ramadhan 1429 H. Berbahagialah umat Islam –lagi-lagi yang terpanggil karena beriman kepada Allah SWT–bisa bertemu lagi dan melaksanakan ibadah puasa serta  bisa pula melakukan aktivitas ibadah lainnya di bulan suci Ramadhan penuh berkah ini. Allah SWT menciptakan 12 bulan dalam setahun, dan memberikan pahala yang berlipat ganda di bulan suci Ramadhan ini. Oleh karena itu, marilah kita melaksanakan puasa dengan penuh keimanan, kesabaran, untuk mendapatkan berkah, maghfirah, dan surga. =

Comments

Comments are closed.