Kadispora Sumut Gelar TOT Relawan SKR
28 Agustus 2008 | 16:55 WIB
MEDAN (Berita): Hari ini kita masih banyak melihat dan mendengar para remaja termasuk yang jadi public figure terlibat narkoba. Juga meningkatnya jumlah remaja yang terlibat seks di luar nikah yang menyebabkan kehamilan, aborsi, penyakit seksual menular seperti HIV/AIDS.”Hal tersebut beresiko mematikan potensi remaja sebagai generasi muda (lost generation). Padahal generasi muda merupakan pemegang tongkat estafet kepemimpinan bangsa,” kata Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Sumatera Utara, Drs H Ardjoni Munir MPd, pada pembukaan Training of Trainer (ToT) Relawan Sanggar Konsultasi Remaja (SKR), Rabu [27/08] di Aula PHI Jalan Binjai Km 6,5 Medan.Karena itu, Disporasu bekerjasama dengan Centra Mitra Remaja (CMR) berusaha menanggulangi persoalan ini. ”Bagaimana melakukan upaya-upaya untuk menanggulangi permasalahan narkoba dan kenakalan remaja lainnya. Semua komponen masyarakat mulai tatanan pelajar diberi informasi soal narkoba. Secara dini kita harus melakukan upaya pencegahan peredaran dan openyalahgunaan barang haram tersebut,” kata Ardjoni. Para remaja diundang, sebab visi Disporasu meningkatkan kualitas peran pemuda. ”Salah satu visinya mengembangkan kreativitas generasi muda,” sambungnya.Sementara itu ketua panitia yang juga Kasubdis Bina Program Disporasu, Krenius Simanjuntak SE, mengatakan SKR adalah salah satu ekstrakurikuler yang diprakarsai CMR pada tahun 1997 dan saat ini telah ada di beberapa sekolah di empat kabupaten/kota yakni Langkat, Medan dan Deli Serdang. “SKR selain sebagai wadah pengembangan diri dan pembentukan karakter remaja yang positif, juga dapat sebagai wadah mempersiapkan remaja agar lebih peduli dengan teman sebayanya,” kata Kranius, pada acara yang juga dihadiri Kasubdis Sarana dan Prasarana Disporasu Drs Sujamrat Amro, Kasi Penyusunan Program Endra Prayetno SPd MM, Ketua CMR Ramadhani, dan pengurus Purna Paskibraka Indonesia Riki Armadi. Konsep SKR, menurut Krenius, adalah Peer Counselor (Konselor Sebaya) dan Peer Educator (Pendidik Sebaya). “SKR adalah ekstrakurikuler yang tidak terikat waktu dan tempat, jadi dapat dilaksanakan kapan saja dan dimana saja,” sambungnya.Sehubungan dengan itulah, Disporasu bekerjasama dengan CMR mencoba mengakomodir dan mengadakan pelatihan TOT SKR ini. Tujuannya meningkatkan kreativitas dan pengetahuan remaja dalam berorganisasi dan bermasyarakat, mengembangkan bakat dan kepribadian serta meningkatkan kepedulian remaja terhadap lingkungan dan teman sebaya.Kegiatan dilaksanakan Rabu hingga Jumat (27-29/8) di Gedung PHI Jalan Binjai Km 6,2 Medan. Peserta terdiri dari 100 remaja sekolah, umumnya merupakan pengurus OSIS di sekolahnya masing-masing, yang melingkupi empat kabupaten/kota yaitu Medan, Binjai, Deli Serdang dan Langkat. “Dari kegiatan ini, kita mengharapkan terbentuknya SKR di sekolah-sekolah sebagai salahsatu ekstrakurikuler. Karena sekolah mempunyai peran penting dalam memberikan akses secara akademis maupun non akademis,” ujar Krenius. (irm)


Comments