BPS Data Ulang Penduduk Miskin 1 September
28 Agustus 2008 | 18:21 WIB
Jakarta ( Berita ) : Pendataan ulang penduduk miskin oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada 1 September nanti akan dilakukan secara serentak di seluruh wilayah di tanah air, kecuali di daerah yang belum melakukan penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) karena verifikasi data oleh PT Pos Indonesia yang belum selesai.“Kita tetap akan melihat kondisi masing-masing wilayah. Oleh karena itu, kita perlu hasil “update” data dari PT Pos, karena ini bukan pekerjaan yang berdiri sendiri. Pengubahan data kemiskinan harus menggunakan verifikasi dan persetujuan banyak pihak,” kata Kepala BPS, Rusman Heriawan di Jakarta, Kamis [28/08].Sedangkan kelambatan verifikasi oleh PT Pos di beberapa daerah, katanya, terkait dengan dinamika yang sedang terjadi di wilayah tersebut, seperti jika terjadi pemilihan kepala daerah (pilkada). “Kalau mau pilkada terus diverifikasi dan diserahkan BLT, nanti malah disangka politik uang oleh kepala daerah lama,” katanya.
Jika data baru belum juga bisa diperoleh hingga akhir November, padahal data kemiskinan baru akan digunakan sebagai basis pembagian BLT pada awal Januari 2009, katanya, maka kemungkinan data lama akan kembali digunakan. “Tapi kan hanya di sebagian kecil saja. Sebagian besar pasti sudah pakai data baru,” katanya.
Pemerintah telah mulai membagikan BLT dengan menggunakan data rumah tangga miskin (RTM) 2005 sejak 23 Mei lalu, yaitu sebanyak 19,1 juta RTM, yang terdiri rumah tangga miskin dan hampir miskin.Data tersebut akan diverifikasi kembali pada September ini. Pembagian BLT 2008 akan dilakukan untuk periode Juni-Desember 2008 dan terbagi dalam dua tahap, yaitu tahap pertama Juni-Agustus, serta tahap kedua September-Desember.
Menurut data PT Pos Indonesia, penyaluran BLT tahap pertama hingga 28 Agustus pukul 09.20 WIB telah terealisasi 81,10 persen, yaitu sekitar Rp4,627 triliun kepada 15.424.452 RT sasaran.Per 5 Agustus 2008, PT Pos juga telah melakukan verifikasi atas kelayakan rumah tangga sasaran (RTS) penerima BLT kepada 13.533.360 RTS, dimana 594.052 RTS dibatalkan karena berbagai alasan. Sedangkan 4.890.646 RTS belum selesai diverifikasi.
Dari sejumlah kartu yang dibatalkan, 201.978 RTS dibatalkan karena tidak layak, 106.929 RTS karena meninggal, 118.810 RTS karena pindah, 1.485 RTS karena bukan warga. Kemudian, 891 RTS karena kartu ganda, 17.822 RTS karena tidak dikenal, dan 146.137 RTS karena merasa mampu sehingga mengembalikan BLT.
Dua TahunPendataan ulang penduduk miskin yang akan digelar Badan Pusat Statistik (BPS) pada September sebaiknya dilakukan setiap dua tahun, mengingat biayanya yang mahal.
“Kalaupun nanti sudah ada data yang baru dari hasil verifikasi September nanti, itu tetap harus diperbarui secara periodik karena dinamika dan mobilitas penduduk yang tinggi di masyarakat,” kata Kepala BPS Rusman Heriawan di Jakarta, Kamis.
Rusman Heriawan mengingatkan, pendataan ulang penduduk miskin yang akan menghabiskan sekitar Rp300 miliar tersebut tidak hanya akan difokuskan untuk pelaksanaan program BLT pada 2009. “Karena BLT pada 2009 itu pun belum dipastikan,” katanya.Menurut dia, data kemiskinan yang akan dihasilkan nanti akan menjadi data yang paling komprehensif karena telah memotret seluruh karakteristik kemiskinan, dari kepala keluarga hingga anggota keluarga. “Seluruh program kemiskinan dan perlindungan sosial akan menggunakan basis data ini. Oleh karena itu namanya, Pendataan Program Perlindungan Sosial (PPLS) 2008,” katanya.
Ditanya tentang kemungkinan penurunan jumlah penduduk miskin dari hasil verifikasi tersebut, ia mengatakan, pemerintah harus menerima apa pun hasil pendataan nanti. “Kalau turun sedikit lalu alokasi yang sudah dipersiapkan untuk 19,1 juta RTM harus diubah lagi, nanti prosesnya panjang karena harus melalui DPR dulu,” katanya.
Alokasi sebaiknya tetap disiapkan untuk 19,1 juta RTM. Namun seandainya terjadi kelebihan dana akibat penurunan jumlah RTM, katanya, maka dana itu harus langsung dikembalikan.Menurut data PT Pos Indonesia, penyaluran BLT tahap pertama hingga 28 Agustus pukul 09.20 WIB telah terealisasi 81,10 persen, yaitu sekitar Rp4,627 triliun kepada 15.424.452 RT sasaran.Per 5 Agustus 2008, PT Pos juga telah melakukan verifikasi atas kelayakan rumah tangga sasaran (RTS) penerima BLT kepada 13.533.360 RTS, dimana 594.052 RTS dibatalkan karena berbagai alasan. Sedangkan 4.890.646 RTS belum selesai diverifikasi.Dari sejumlah kartu yang dibatalkan, 201.978 RTS dibatalkan karena tidak layak, 106.929 RTS karena meninggal, 118.810 RTS karena pindah, 1.485 RTS karena bukan warga, 891 RTS karena kartu ganda, 17.822 RTS karena tidak dikenal, dan 146.137 RTS karena merasa mampu sehingga mengembalikan BLT.( ant )


Comments