DPP Golkar Belum Ambil Langkah Koalisi dengan PDIP
JAKARTA (Berita): DPP Partai Golkar saat ini belum mengambil langkah untuk berkoalisi dengan PDI-Perjuangan. Alasannya, Golkar masih menungu hasil pemilu legislatif. Selain itu, ada faktor lain yang tidak memungkinkan dua partai ini berkoalisi.
“Belum ada arah berkoalisi. Karena Partai Golkar sebagai partai pendukung pemerintah sedangkan PDIP adalah partai oposisi,” ujar Ketua DPP Partai Golkar Burhanuddin Napitupulu, menjawab Berita, d kantor DPP Partai Golkar, Selasa (26/8).
Politisi yang akrab di sapa Burnap itu melihat koalisi Golkar dengan PDIP bukan hal baru. Dijelaskan, Pada pemilhan presiden (Pilpres) 2004, Golkar bersanding untuk memenangkan capres Megawati. “Meski akhirnya koalisi itu kandas. Yang jelas kita akan menentukan untuk berkoalisi setelah hasil pemilu legislatif. Saya optimis perolehan suara dalam pemilu legislatif Golkar akan signifikan. Setelah itu baru kita berkoalisi dalam menentukan capres dan cawapres,” ujar calon legislatif nomor urut 1 dari daerah pemilihan Sumut I itu. Namun, lanjut Burnap, kalau koalisi yang dimaksud adalah koalisi permanen atau koalisi lima tahun untuk mendukung pemerintahan, Partai Golkar belum bisa memberikan jawaban.
“Wacana koalisi ini kan digulirkan oeh Dewan Penasihat (Wanhat). Soal perlu dan tidaknya berkoalisi DPP sendiri masih akan membicarakanya dengan DPD se- Indonesia, setelah itu akan dibahas oleh Litbang, sebelum diputuskan di Rapimnas Khusus,” ujar Korwil I yang meliputi NAD dan Sumut itu.
Sikap senada juga disampaikan Rully Chairul Azwar. Menurut Wasekjen DPP Partai Golkar itu, wacana koalisi Partai Golkar dengan PDIP atau dengan partai lain tidak bisa diputuskan sepihak, tapi harus melalui keputusan Rapimnas Khsusus yang diselengarakan setelah Rapimnas Khusus menentukan calon presiden. “Kalau koalisi itu dibangun dengan semangat kebangsaan Golkar akan menyambut hangat. Apalagi, jika koalisi membagun sistem ketatanegaraan yang lebih baik. Tapi kalau bicara koalisi untuk calon presiden menurut saya masih terlalu pagi,” ujar Rully. Menurut Rully, pimpinan partai Golkar maupun kader lainnya tidak mempersoalkan adanya ajakan koalisi dari PDIP. Tapi untuk menentukan koalisi Partai Golkar harus membahas secara mendalam di DPP.Berbeda dengan kedua koleganya, fungsionaris Partai Gokar Aryadi Akhmad menyatakan, masalah koalisi dengan PDIP barulah bersifat wacana. Karena para pimpinan maupun kader Partai Golkar jangan terburu buru menyikapinya, apalagi mempersoalkannya.
“Wacana ini harus didalami dan harus diapresiasi, karena masalah koalisi Partai Golkar dengan PDIP bukanlah hal aneh. Jadi, sebagai wacana usulan koalisi ini tidak perlu berbuah kontroversi,” ujarnya.Aryadi menambahkan, PDIP dan Partai Gokar bukanlah partai yang berseberangan. Karena kedua partai tersebut memiliki idiologi yang sama. “PDIP dan Golkar itu memiliki banyak kesamaan, yang beda hanya kepentingannya,”katanya.Namun, kata Aryadi, untuk memutuskan perlu tidaknya partai Golkar berkoalisi dengan PDIP tidak harus diputuskan di Rapimnas, apalagi Rapimnas khusus. Tapi cukup dalam forum yang representatif. (iws)