Bikda Papua Kembangkan Program Depkominfo Di Perbatasan RI- PNG : Harian Berita Sore

Bikda Papua Kembangkan Program Depkominfo Di Perbatasan RI- PNG

22 Agustus 2008 | 16:00 WIB


Jayapura ( Berita ) :  Badan Informasi dan Komunikasi Daerah (Bikda) Provinsi Papua terus mengembangkan program kerja  Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) di bidang diseminasi (penyebarluasan) informasi  pembangunan melalui pemberian bantuan sarana  diseminasi informasi di kabupaten-kabupetan yang letaknya berbatasan langsung dengan negara tetangga Papua Nugini (PNG).

“Terdapat beberapa kabupaten di Papua yang letaknya berbatasan langsung dengan Papua Nugini seperti Keerom, Kota Jayapura, Merauke, Boven Digoel dan Pegunungan Bintang. Depkominfo memberikan perhatian khusus pada daerah-daerah perbatasan ini sementara Bikda Papua memberikan dukungan penuh bagi program Depkominfo untuk wilayah perbatasan itu,” kata Kepala Bikda Papua, Fred Menufandu,SH di Jayapura, Jumat [22/08].

Dia mengakui kalau pada tahun lalu, Depkominfo mengirimkan berbagai peralatan penerima siaran radio dan televisi dalam rangka diseminasi informasi di wilayah perbatasan antarnegara RI dengan PNG dan peralatan tersebut sudah dimanfaatkan oleh masyarakat  yang bermukim di wilayah perbatasan RI dengan PNG .

Salah satu kabupaten di yang letaknya di perbatasan antarnegara adalah Kabupaten Keerom. Bantuan Depkominfo dalam rangka diseminasi informasi pembangunan telah diterima dan dimanfaatkan oleh masyarakat di wilayah ini.

Bikda Provinsi Papua, lanjutnya dalam kerjasama dengan Depkominfo telah pula memasang berbagai peralatan penerima dan pemancar siaran TV untuk beberapa kabupaten di Papua dan akan disusul dengan pamasangan peralatan telepon kampung sehingga masyarakat kampung pun mendapatkan akses komunikasi dan informasi melalui saluran telepon kampung yang disebut program kampung berdering.

“Bikda Provinsi Papua bekerjasama dengan Depkominfo agar masyarakat yang bermukim di perbatasan antarnegara RI dengan PNG  terus maju di bidang komunikasi dan informasi. Masyarakat tidak ketinggalan dalam mendapatkan berbagai informasi pembangunan untuk memperkaya wawasan kebangsaan,” kata Fred Menufandu.

Sementara itu Bupati Keerom, Drs Celsius Watae di Arso, ibukota Kabupaten Keerom, mengakui kalau masyarakat di wilayah perbatasan Keerom dengan PNG telah memanfaatkan  sarana penerima siaran radio dan TV bantuan Depkominfo. “Depkominfo memberikan sejumlah sarana penerima siaran radio dan TV dalam rangka diseminasi informasi  ke berbagai kampung dan distrik di tapal batas RI dengan PNG sudah tiba di Arso,” katanya.

Berdasarkan Surat dari Direktur Penyiaran Depkominfo, Agnes Widiyanti nomor 108/DJSKDI.2/KOMINFO/2/2007 tanggal 1 Februari 2007, 15 kampung di  Kabupaten Keerom yang terletak di tapal batas RI-PNG mendapatkan bantuan sarana penerima siaran radio dan TV.

Setiap kampung menerima satu unit penerima radio, satu unit sarana penerima televisi berwarna, satu unit antena parabola dan satu unit generator listrik.

Adapun kampung-kampung yang menerima bantuan tersebut harus memenuhi beberapa persyaratan antara lain kampung tersebut terletak di tapal batas RI dengan PNG, belum terjangkau jaringan listrik.

Begitu pula, lanjutnya kampung tersebut bersedia menyediakan tempat yang aman untuk pemasangan peralatan tersebut, bersedia pula menyediakan biaya operasional dan pemeliharaan serta bersedia menempatkan TV atau radio di tempat umum.

Salah seorang pemimpin agama di Keerom  Pastor Jhon Djonga,Pr mengatakan dengan menyaksikan siaran TV atau mendengar radio, maka masyarakat  pun dapat dipacu untuk ikut serta dalam membangun tanah kelahiran mereka menuju kesejahteraan bersama.

Menurut dia, tidak tertutup kemungkinan bagi masyarakat tetangga yang datang dari tapal batas PNG untuk ikut menikmati siaran TV dan radio bantuan Depkominfo tersebut karena bagaimanapun juga  masyarakat Waris dengan masyarakat di perbatasan PNG itu memiliki hubungan kekerabatan yang tidak dapat dipisahkan oleh siapapun juga.

“Jalinan kekerabatan dua kelompok masyarakat yang dipisahkan secara politis dengan menarik garis batas antarnegara RI dengan PNG itu perlu terus dipupuk demi tercipta perdamaian yang langgeng  dan kesejahteraan hidup bersama di wilayah perbatasan ini,” katanya. ( ant )

Comments

Comments are closed.