Tantangan Pemerintah 2009 Pengendalian Inflasi
19 Agustus 2008 | 15:16 WIB
Jakarta ( Berita ) : Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengatakan, tantangan pemerintah pada 2009 adalah mengendalikan inflasi yang diperkirakan masih akan liar hingga awal tahun depan mengingat masih sulit diprediksinya harga minyak dan harga komoditas dunia.
“Kalau laju inflasi liar, kemerosotan daya beli akan meluas ke kelompok kelas menengah. Sekarang ini kekuatan permintaan dalam negeri masih lumayan karena daya beli kelas menengah kita masih terjaga,” kata Ketua Komite Tetap Fiskal dan Moneter Kadin, Bambang Soesatyo di Jakarta, Selasa [19/08].
Bambang menambahkan, pengendalian inflasi akan menjadi kunci keberhasilan pemerintahan Presiden Yudhoyono pada tahun depan, terlebih mengingat target pertumbuhan ekonomi 2009 yang sebesar 6,2 persen dengan mengandalkan pada konsumsi dalam negeri, ekspor migas dan produk pertambangan, serta ekspor produk perkebunan.
“Namun persoalannya adalah apakah pertumbuhan yang dicapai nanti berkualitas, sehingga mampu meningkatkan daya beli masyarakat, memerangi kemiskinan dan menyerap tenaga kerja baru maupun tenaga kerja lama yang kini masih berstatus penganguran,” katanya.
Dia mengingatkan, langkah perbankan yang kemungkinan akan terus menyesuaikan suku bunga kredit serta hajatan nasional Pemilu legislatif dan eksekutif bisa menjadi batu sandungan yang harus diwaspadai.
“Sulit berharap adanya ekspansi investasi yang signifikan karena kondisi yang tidak kondusif bagi pengusaha karena meningkatnya bobot resiko,” jelasnya.
Saat menyampaikan penjelasan atas RAPBN 2009, Menkeu Sri Mulyani menjelaskan, target inflasi pemerintah adalah 6,5 persen. Sedangkan harga minyak Indonesia dipatok pada 100 dolar AS per barel dengan batas risiko fiskal hingga 130 dolar AS per barel, serta asumsi nilai tukar rupiah pada Rp9.100 per dolar AS dan produksi (lifting) minyak 950.000 barel per hari. ( ant )


Comments