Pemerintah Akan Tambah DDC Di 4 Provinsi : Harian Berita Sore

Pemerintah Akan Tambah DDC Di 4 Provinsi

19 Agustus 2008 | 15:15 WIB


Jakarta ( Berita ) :  Departemen Perindustrian akan menambah lagi “Design Development Center” (DDC) di Aceh, Kalimantan, Riau, dan Sulawesi Selatan, guna meningkatkan kapasitas mutu desain khusus produk kerajinan sebagai bagian dari industri kreatif.

“Tidak tahun ini memang, paling tidak 2009. Kita sedang siapkan dulu semuanya dan kita kerjasama dengan Fakultas Seni Rupa ITB (Institut Teknologi Bandung) untuk pengembangan desain di DCC tersebut,” kata Dirjen Industri Kecil dan Menengah Departemen Perindustrian, Fauzi Aziz, setelah membuka pameran produk IKM di Plaza Departemen Perindustrian, Jakarta, Selasa [19/08].

Dia mengatakan, pengembangan mutu desain sangat penting dilakukan karena dapat menentukan penjualan produk-produk kerajinan itu sendiri sehingga tidak saja untuk pasar domestik tetapi juga mampu menembus pasar ekspor.

Saat ini baru ada dua DDC, yakni di Bali dan Cirebon. Rencananya menyusul akan juga dibangun di Aceh, Kalimantan, Riau, Sulawesi Selatan.

“Kami optimis produk kerajinan sebagai salah satu produk dari industri kreatif dapat menyumbang pendapatan negara. Nilai ekspor kita dari kerajinan saja tahun 2007 lalu mencapai Rp30 triliun,” ujar dia.

Dengan menampilkan karakter-karakter unik, menurut dia, kerajinan asal Indonesia dapat memenuhi pasar asing karena memiliki ciri khas yang tidak dibuat di negara manapun. Karena itu, guna mengembangkan desain pemerintah tidak saja bekerja sama dengan ITB tetapi juga dibantu oleh Jetro yang merupakan badan khusus dari Jepang dalam kaitan kerjasama bilateral kedua negara melalui “Economic Partnership Agreement” (EPA).

“Jetro sudah membantu pengrajin di Yogyakarta dalam hal desain produk dan kualitas produk yang sekiranya sesuai dan dapat masuk di pasar Jepang. Hasilnya memang sudah ada produk dari Yogyakarta yang diekspor ke sana,” ujar dia.

Selain itu, menurut dia, pemerintah meminta bantuan Jetro untuk mau memberikan bimbingan pada pengerajin Indonesia untuk menciptakan produk yang juga memenuhi spesifikasi pasar negara-negara lain selain Jepang.

“Jetro bersedia. Mereka memberikan komitmen untuk memberikan bimbingan tersebut, karena mereka memang melalui EPA mereka tidak memberikan bantuan berupa dana tetapi lebih bimbingan,” katanya.

Sementara itu, dalam sambutan tertulis Menteri Perindustrian Fahmi Idris yang dibacakan Dirjen IKM, disebutkan bahwa dukungan fasilitas melalui promosi-promosi sangat diperlukan untuk mengembangkan industri kreatif ini.

Depperin sendiri, menurut Fahmi, akan mencoba memfasilitasi untuk promosi melalui kerja sama dengan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) dan pihak-pihak lain yang peduli dengan pengembangan salah satu industri kreatif ini.

Oleh karena itu, mulai 2009 nanti Plaza Departemen Perindustrian dapat digunakan secara rutin untuk memamerkan produk-produk kerajinan dari beberapa provinsi.

Sebelumnya Dekranasda dari Provinsi DKI Jakarta dan Sumatera Barat telah menggunakan fasilitas Plaza Departemen Perindustrian untuk mempromosikan produk-produk daerah mereka. Diharapkan provinsi lain dapat melakukan hal yang sama. ( ant )

Comments

Comments are closed.