Pensiunan ABRI Tuntut PT SHJ Plasmakan Lahan 1.000 Ha : Harian Berita Sore

Pensiunan ABRI Tuntut PT SHJ Plasmakan Lahan 1.000 Ha

15 Agustus 2008 | 10:37 WIB


RANTAUPRAPAT (Berita): Para pensiunan ABRI menuntut agar PT Serba Huta Jaya (SHJ) Desa Pare-Pare Hilir, Kecamatan Merbau, Labuhanbatu, mem-plasma-kan lahan 1.000 Hektar (Ha) yang kini dikuasai perusahaan perkebunan tersebut. Orasi itu disampaikan para pensiunan dan janda ABRI terdiri dari, Jl Purba (Penanggungjawab aksi), P Siagian, AH Siregar, HR Nababan, P Ginting dan Ny Sembiring, saat unjuk rasa ke Kantor PT SHJ, Rabu Kemarin.

Ratusan pengunjuk rasa memakai ikat kepala kain merah putih, membawa bendera merah putih, spanduk dan poster-poster, tiba di pintu gerbang perusahaan perkebunan kelapa sawit tersebut mengendarai truk FKPPI, mobil dan sepeda motor.

Di pintu gerbang yang telah dikawal aparat Polres L.Batu dan Polsek Merbau itu, secara bergantian para veteran, pejuang dan janda ABRI menyatakan, tuntutan mereka didasarkan atas Surat Direktorat Agraria Sumatera Utara No. 111/1447-2771/1977 tanggal 11 Maret 1977 untuk Proyek Panca Arga II/PepabriWarakuri guna mengelola lahan 1.000ha di Desa Tj Harapan, Kec. Bilah Hilir (sekarang Desa Pare-Pare Hilir Kec. Merbau).

 “Kami tidak bisa menyalahkan SHJ walau belakangan masuk dari pada kami ke lahan dimana SHJ masuk tahun 1987, sedang surat kami tahun 1977, tetapi hak kami juga harus dikembalikan” urai P Siagian sambil menuding SHJ selalu mengelak untuk bertemu dan pertemuan terakhir di Kantor Bupati L.Batu pun tidak dihadiri perusahaan.

Mereka juga menyatakan, sebagai veteran, pejuang dan janda ABRI yang pernah membela negara, mereka berhak mendapatkan sedikit lahan di negara yang dierjuangkan dan didasarkan bukti yang cukup pula. Pengunjuk rasa dengan perwakilan JL Purba, AH Siregar, P Siagian, P Ginting dengan difasilitasi Kapolsek Merbau AKP S Sihombing dan Danramil Kapten Inf. Asep Rukman diterima Manajer dan Humas PT SHJ Musannif dan Edi Jaya Bukit di aula perusahaan.

Di situ pensiunan ABRI menawarkan solusi pola inti plasma kepada SHJ dan mereka meminta agar dalam waktu 3 minggu pihak perusahaan dapat memberikan jawaban. Atas solusi itu, Manajer SHJ Musannif berjanji akan menyampaikannya kepada direksi SHJ di Jakarta.

Apabila dalam tempo yang dijanjikan tidak ada perkembangan posittif dari perusahaan, pensiunan ABRI menegaskan akan kembali dalam jumlah massa yang lebih banyak. (fra)

Comments

Comments are closed.