Pemerintah Serius Berdayakan Dayah Di Aceh
Banda Aceh ( Berita ) : Pemerintah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) serius memberdayakan lembaga pendidikan tradisional dayah (pesantren) melalui program pembinaan dan menyalurkan bantuan sebesar Rp165 miliar.
(Kamis, 14/8) kita mulai luncurkan bantuan pemberdayaan dayah. Dalam dua pekan ke depan kita akan fokus menyalurkan dana bagi pembinaan dayah,” kata Wakil Gubernur NAD, Muhammad Nazar di Banda Aceh, Rabu [13/08].
Pemberian bantuan dana pemberdayaan dayah seiring dengan lahirnya Badan Pembinaan dan Pemberdayaan Dayah di jajaran Pemerintahan Aceh, sebagai upaya menyetarakan dayah dengan pendidikan formal.
Bantuan tersebut digunakan untuk rehabilitasi fisik dayah sebesar Rp132 miliar yang akan disalurkan dalam dua tahap. Di samping itu, bantuan juga dialokasikan untuk pengadaan kitab sebesar Rp5 miliar dan peralatan sekitar Rp2 miliar.
Pemerintah juga menyediakan dana sebesar Rp14,5 miliar untuk insentif tenaga pengajar di dayah namun penyalurannya akan dilakukan setelah pendataan kembali jumlah pengajar.
Nazar yang didampingi Kepala Badan Pembinaan dan Pemberdayaan NAD, Bustami Usman mengatakan bantuan tersebut bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja Aceh (APBA) dan sebesar Rp7 miliar dari Dinas Bina Karya dan Cipta Marga serta Rp2 miliar dari Biro Keistimewaan Aceh khusus untuk operasional.
Dari sekitar 1.200 dayah yang ada di Aceh, setelah diverifikasi hanya sekitar 700 dayah yang mendapatkan bantuan pemberdayaan sebesar Rp100 juta hingga Rp300 juta berdasarkan tipe dayah.
“Kita juga akan memberikan bantuan dana untuk balai pengajian yang jumlahnya diperkirakan sesuai dengan jumlah santri,” tambahnya.
Dengan adanya bantuan dana pemberdayaan, diharapkan terjadi peningkatan kualitas, perbaikan manajemen, penguatan kurikulum hingga penertiban status dayah sebagai upaya memperkuat penerapan syariat Islam di Aceh. ( ant )


Share on Facebook


Jum, Agu 15, 2008
Aceh