PDAM Tirtanadi Sediakan Depot Air Siap Minum di RSU Pirngadi


MEDAN (Berita): Kepala Public Relations PDAM Tirtanadi Ir. Zainal Abidin Siregar M.Kom memberikan keterangan di ruang kerjanya, Senin (11/08) bahwa PDAM Tirtanadi sangat mendukung Visi – Misi Gubernur Sumatera Utara yaitu “3 Tidak” ( Tidak Sakit, Tidak Lapar dan Tidak Bodoh) dan telah mengimplementasikannya.

Tidak sakit, dimplementasikan dengan memproduksi air minum dengan kualitas yang dipersyaratkan oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor : 907/MENKES/SK/VIII/2002. Saat ini cakupan pelayanan air minum di Kota Medan dan sekitarnya telah mencapai 79%, disamping itu memberikan juga pelayanan air minum pada 9 Kabupaten/Kota. Kemudian mendirikan dan menyediakan Depot Air Siap Minum seperti di Rumah Sakit Pirngadi Medan yang merupakan Depot Siap Minum ke 17, yang peresmiannya pada tanggal 11 Agustus 2008 ini diresmikan oleh Bapak Gubsu H.Syamsul Arifin SE bertepatan dengan perayaan Hari Ulang Tahun Rumah Sakit Umum DR Pirngadi Medan yang ke 80.

Menurut Direktur Utama PDAM Tirtanadi Bapak Drs. Sjahril Effendi Pasaribu MSI, MA bahwa saat ini jumlah depot air siap minum yang di telah bangun sebanyak 18 titik yang mana depot air minum sedang dalam pekerjaan adalah di RSUD Lubuk Pakam.

Sementara Direktur Rumah Sakit Umum Pirngadi Medan dr. H. Sjahrial R. Anas MHA mengucapkan terima kasih kepada PDAM Tirtanadi yang telah menyumbangkan Depot Air Siap Minum di RSU Pringadi Medan yang sangat membantu pasien atau masyarakat dimana jumlah pasien yang berobat-jalan setiap harinya berkisar 1000-1500 orang dan 70% tergolong masyarakat miskin yang akan sangat terbantu dengan adanya Air Siap Minum gratis dari PDAM Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara.

Tidak Lapar, diimplementasikan dengan menjual air minum dengan tarif yang relatif murah/rendah yang tidak melibihi 4% dari penghasilan pelanggan perbulannya serta tidak menaikkan tarif air minum akibat naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Dengan tarif air minum yang relatif rendah itu, diperkirakan tidak sampai mengganggu penghasilan pelanggan untuk memenuhi kebutuhan pangannya.

Tidak Bodoh, diimplementasikan dengan turut berpartisipasi mencerdaskan anak bangsa dengan memberikan bea-siswa kepada sejumlah siswa Sekolah Dasar dari kalangan kurang mampu. Pemberian bea-siswa kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu ini akan tetap dilanjutkan sesuai dengan kemampuan Perusahaan. (wie)

Comments are closed.