Siapa Baitullah Mehsud


KITA semua sudah tahu bahwa Taliban yang beberapa tahun lamanya berkuasa di Afghanistan, mempunyai pemerintah di ibukota Kabul, adalah pada mulanya gerakan yang didirikan oleh dinas intelijen militer Pakistan (IIS), dikasih persenjataan, dilatih dan dikirim ke Afghanistan untuk memerangi tentara Uni Soviet yang waktu itu menduduki Afghanistan.

Taliban yang diusir oleh militer Amerika dari Kabul menghilang, kemudian bangkit lagi adalah ibarat anak harimau yang dibesarkan oleh Pakistan. Di daerah bagian utara Pakistan yang didiami kabilah-kabilah atau suku-suku (tribes) yang tidak pernah bisa dikontrol secara efektif oleh pemerintah pusat di Islamabad kini Taliban yang menyikir dari Afghanistan memperoleh tempat berlindung.

Osama bin Laden, orang Arab Saudi pemimpin Al Qaida, juga bersembunyi di daerah perbatasan AfghanistanPakistan dan sampai sekarang tidak bisa ditangkap atau dibunuh oleh  militer Amerika, apalagi oleh tentara Pakistan.

Bulan Mei yang lalu tentara Pakistan menerbangkan sejumlah wartawan internasional dan domestik ke daerah perbatasan di utara untuk memperlihatkan  bagaimana tuntasnya dia telah menghancurkan Taliban di sana termasuk sebuah sekolah buat melatih pembom-pembom bunuh diri atau suicide bombers. Dalam rombongan itu ikut wartawati Australia Jane Parlex yang biasa dulu meliput keadaan di Indonesia untuk suratkabar The New York Times.

Dia menulis dari Pashawar, Pakistan tanggal 3 Juni 2008 bagaimana beberapa hari kemudian peninoib Raliban di Pakistan yang biasanya menyendiri seperti orang bertapa yaitu Baitullah  Mehsud muncul di daerah tadi dan mengadakan sebuah konperensi pers untuk menunjukkan siapa-kah sebenarnya yang berkuasa di daerah perbatasan itu.

Bayangkan Mehsud datang dengan kendaraan pickup bermerek Toyota  yang tampaknya mahal harganya, penuh berisi pejuang-pejuang Taliban yang bersenjata berat, demikian menurut cerita beberapa wartawan Pakistan yang menghadiri konperensi pers.

Mehsud duduk di lantai sebuah sekolah pemerintah sambil memegang sebuah senjata Kalashnikov yang baru. Dia mengumumklan bahwa dia akan melanjutkan perjuangannya terhadap militer Amerika yang berada di seberang batas dengan Afghanistan.

’Islam  tidak mengenal tapalbatas atau sempadan’ kata Mehsud kepada para wartawan sebagaimana diberitakan dalam beberapa koran Pakistan dan dilaporkan  oleh BBC dari Inggris . ‘Tidak ada transaksi dengan  Amerika Serikat’ katanya. Penampilan Mehsud di pangkalan  militernya di Waziristan Selatan, sebuah daerah kabilah yang istimewa liar di Pakistan menggaris bawahi kebebasan, ruang gerak yang telah diberikan oleh pemerintah Pakistan kepada golongan militer.

Pemerintah Pakistan dalam serangkaian transaksi perdamaian  mengasih kebebasan gerak kepada Taliban yang berada di wilayah Pakistan. Hal itu berdampak pada perang di Afghanistan di mana komandan-komandan NATO dan AS mengatakan bahwa serangan-serangan milintasi sempadan telah meningkat sejak pembicaraan-pembicaraan untuk transaksi perdamaian tadi dimulai bulan Maret yang lalu.

Impunitias atau kebebasan dari hukuman yang diperlihatkan oleh tingkah laku Mehsud menimbulkan kemarahan pemerintah Bush yang meneken pemerintah Pakistan, agar menangkap dan menuntut Mehsud. Akan tetapi pemerintah Pakistan  yang dulu menganggap Mehsud sekutunya dan kini takut terhadap kekuasaan Mehsud rupanya segan untuk memburu Mehsud.

Beberapa hari sebelum konperensi para Mehsud, pasukan Pakistan menarik diri dari daerah kekuasaan Mehsud di Waziristan Selatan sebagai pelaksanaan  transaksi perdamaian dengan pemimpin Taliban itu.

Para pejabat Amerika  dan Pakistan menuduh Mehsud sebagai otak dan dalang pembunuhan terhadap Benazir Bhutto, mantan PM Pakistan bulan Desember 2007. Juga menuduh mengirimkan belasan pembom bunuh diri ke Afghanistan dan di Pakistan, seraya melaksanakan suatu hubungan simbiotik dengan Al Qaida di tapalbatas Pakistan.

Menurut eks pejabat militer dan pegawai pemerintah, penduduk lokal dan seorang mantan anggota Taliban yang bekerja dekat sekali dengan kalangan lingkaran dalam Mehsud menggambarkan Mehsud sebagai seorang pemimpin militan yang nyaris terpelajar, menarik orang-orang yang lebih pintar ke pihaknya dan bersikap tidak pandang bulu mengejar tujuannya yakni suatu bentuk ekstrim pemerintahan Islam.

Mehsud dan sekutu utamanya Qari Hussein yang oleh para pejabat dan kesankesannya dilukiskan sebagai seorang militan yang terlatih sangat dan istimewa jahat sifatnya secara metodik telah membangun banteng pertahanan-pertahanan di Waziristan  Utara dan Selatan.

Secara metodik mereka membunuh kepala-kepala suku yang  tidak mau bekerjasama dengan mereka, selanjutnya merebut hati orang-orang muda bergabung dengan jihat mereka, dan mengisi kehampaan yang ditinggalkan akibat kurangnya pelayanan pemerintah.

Sekarang mereka juga mempunyai pembantu-pembantu dan sekutu-sekutu di seantero daerah kabilah-kabilah. Di Wiziristan Selatan mereka menjalankan kamp – kamp latihan bagi pembom-pembom bunuh diri, beberapa di antara mereka baru kanak-kanak, ke mantan anggota Taliban tadi.

Kekuasaan ‘Kerajaan’ mereka begitu pasti sehingga kelompok payung Mehsud yang bernama Tehrik-Taliban  Pakistan menggelar sebuah konperensi bulan April yang lalu dihadiri oleh ribuan pejuang dan mencapai puncaknya dengan sebuah acara eksekusi publik, melaksanaklan vonis hukuman mati depan umum , demikian menurut cerita  penduduk setempat.(***)