Papua Terkait Integritas Nasional Dan Kedaulatan NKRI
8 Agustus 2008 | 16:27 WIB
Jakarta ( Berita ) : Ketua DPP Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, menegaskan, Papua merupakan urusan dalam negeri Indonesia dan terkait dengan integritas teritorial, nasional serta kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Karenanya, tidak pada tempatnya ada anggota parlemen negara lain ikut campur urusan dalam negeri
Ia mengatakan hal itu menanggapi surat dari 40 anggota Kongres Amerika Serikat kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang isinya antara lain meminta Yudhoyono memastikan pembebasan segera dan tanpa syarat atas dua ’separatis’ Organisasi Papua Merdeka (OPM), Filep Karma dan Yusak Pakage.
Filep Karma dan Yusak Pakage pada Mei 2005 dijatuhi hukuman 15 dan 10 tahun penjara dalam kasus makar pengibaran bendera Bintang Kejora di Lapangan Trikora, Abepura, pada 1 Desember 2004. “Mestinya, anggota parlemen negara besar seperti Amerika mengerti dan memahami prinsip saling menghormati dan menghargai urusan dalam negeri masing-masing negara,” ujar Anas Urbaningrum lagi.
Yang terjadi sekarang, menurut dia, justru sebaliknya. “Mereka mempertontonkan arogansi dan sikap seolah-olah boleh menjadi ‘polisi’ bagi negara lain,” katanya.
Jangan Ditanggapi
Karena itu, ia berpendapat,
Ia meminta Presiden jangan menanggapi
Abdillah Toha mengatakan, jika
“Yaitu, bahwa bagi
Selanjutnya, kata Abdillah Toha, Kongres AS seyogianya mengurusi terlebih dahulu pelanggaran-pelanggaran HAM di negeri sendiri seperti kasus di (penjara) Guantanamo, masalah Irak, dan Afghanistan. “Urus dulu hal-hal itu sebelum campur urusan dalam negeri orang lain,” tegas Abdillah Toha yang juga Anggota Komisi I DPR RI. (ant )


Comments