Bea Dan Cukai Polonia Tertutup Soal Hasil Serbuk Di Dalam Arca
8 Agustus 2008 | 16:17 WIB
Pasalnya, pihak Bea dan Cukai dalam hal ini Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A3 Medan terkesan tertutup mengenai hasil penelitian dan penyelidikan serbuk yang ada di dalam arca tersebut.
Informasi yang dihimpun wartawan dari Kepala penegahan dan penindakan bea cukai kelas III A Bandara Polonia, Iwan mengungkapkan, hingga kemarin bea cukai Polonia belum bisa memastikan kandungan serbuk yang ada di dalam 16 patung arca tersebut. Untuk mengindentifika-sikan jenis serbuk tersebut, bea cukai sudah mengirimnya ke labfor Poldasu dan BB POM
’Belum ada hasil laporan dari labfor Poldasu dan BB POM
Bahkan, ajudannya yang berada di depan ruangan kerjanya sempat berkelit kalau Hendy tidak berada di ruangannya. Namun setelah wartawan tidak percaya kalau Hendy tidak berada di kantornya karena mobilnya terparkir di halaman kantor, wartawan pun mendesak ajudan tersebut untuk berterus terang. Barulah ajudan tersebut mengaku Hendy berada di ruangannya tapi tidak bisa diganggu tanpa alasan.
’Bapak memang di ruang-annya, tapi tidak bisa diganggu,’ kata pria bertubuh tinggi tegap yang merupakan ajudan Kepala kantor tersebut. Seperti berita sebelumnya, petugas Bea dan Cukai Bandara Polonia Medan mengamankan 16 arca (patung) berisi serbuk diduga narkotika milik penumpang di Terminal Kedatangan Internasional Bandara Polonia Medan, Selasa (5/8) malam.
Informasi diperoleh, 16 arca tersebut dibawa oleh pemiliknya dari Penang, Malaysia menumpang pesawat Air Asia boeing 737-300 dengan nomor penerbangan QZ 8075.
Pesawat yang mengangkut 120 orang penumpang itu tiba di Bandara Polonia Medan sekitar pukul 20.30 WIB. Saat penumpang turun bersamaan dengan bagasi dimana terdapat 16 arca tersebut.
Petugas Bea dan Cukai langsung menaruh curiga ketika 16 arca yang memiliki ketinggian 30 Cm itu keluar dari mesin x-ray terlihat berisi serbuk yang mencurigakan. Petugas langsung mengamankan patung yang beratnya mencapai 2-3 Kg tersebut.
Barang tersebut, informasi yang diperoleh dari seorang petugas Bea dan Cukai yang enggan menyebutkan namanya dibawa oleh tiga orang penumpang terdiri dari seorang laki-laki (tuna runggu) dan dua orang lainnya wanita mengaku Warga Negara


Comments