Menag Minta Sekolah Dan Masjid Ahmadiah Tak Disegel
7 Agustus 2008 | 16:25 WIB
Pernyataan Maftuh tersebut diungkapkan di hadapan para wakil gubernur dari seluruh
Sebelumnya ia tampil sebagai pembicara dalam pembukaan Rakornas Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di tempat yang sama. Rakornas itu sendiri dibuka Mendagri Mardiyanto. “Kita belum melihat semua pihak puas. Kita harus waspada,” pinta Menag kepada para wakil gubernur.
Ia berharap para kepala daerah dapat memaksimalkan peran FKUB di berbagai daerah guna mensosialisasikan SKB tentang Ahmadiyah tersebut.
Karena itu, FKUB di setiap daerah diharapkan dapat memiliki kantor tersendiri di setiap
Meski rencana tersebut anggarannya masih dalam proses, Menag merasa yakin bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan memberi persetujuan. Depag berencana akan menganggarkan setiap pendirian kantor FKUB di berbagai
Dalam konteks kerukunan beragama, katanya lagi, pasca dikeluarkannya SKB oleh Menag, Mendagri Mardiyanto serta Jaksa Agung Hendarman Supandji semua pihak diminta tetap waspada. Pasalnya masih ada kelompok yang pro kontra di lapisan bawah. Ini terjadi disebabkan akibat ketidaktahuan warga tentang isi SKB itu sendiri yang dimanfaatkan guna mencari keuntungan tertentu.
Dari laporan yang ia terima, ada sekolah disegel, karena pemilik bangunan dan guru sekolahnya adalah anggota Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI).
Hal ini tak boleh terjadi, karena pendidikan merupakan hak bagi setiap warga. Namun jika sekolah bersangkutan menyebarkan paham Ahmadiyah yang mengakui masih ada nabi setelah Nabi Muhammad SAW, maka hal itu jelas merupakan suatu penyimpangan dan harus ada sanksi.
Demikian juga jika anggota JAI memutar film, yang isinya menyebarkan paham Ahmadiyah, dan bertentangan dengan prinsip ajaran Islam yang sesungguhnya, maka tentu pula harus ada tindakan pelarangan, kata Maftuh lagi.
Setiap orang, agama mana pun, di bumi pertiwi ini dapat melaksanakan ibadahnya sebebas-bebasnya. Namun, katanya lagi, hendaknya kebebasan yang diperoleh itu hendaknya dilaksanakan dalam koridornya masing-masing.
Karena itulah, agar tak menimbulkan gesekan , maka peran dari FKUB harus dimaksimalkan. “Bumi, bintang, bulan dan matahari berputar menurut garis edarnya masing-masing. Semua bergerak sesuai koridornya masing-masing,” kata Maftuh memberi perumpamaan.


Comments