1.650 Spesies Tumbuhan Dapat Dijadikan Obat
7 Agustus 2008 | 16:20 WIB
Mataram ( Berita ) : Sedikitnya 30.000 spesies tumbuhan berbunga terdapat di hutan
“Berkaitan dengan itu, sejumlah pengobatan tradisonal Suku Sasak, Lombok terlihat efektif daripada yang lazim digunakan dokter,” kata Drs. M. Yamin , M.Si dari Lembaga Penelitian Universitas Mataram (Unram) di Mataram, Kamis [07/08] .
Dihadapan peserta Expose Hasil Penelitian yang diadakan Bappeda NTB dia menjelaskan, tumbuhan ini memiliki khasiat yang lebih mujarab daripada obat kimia, misalnya mayang kelapa , daun ceremai sebagai obat kolekstrol dan gula darah.
Dikatakan, pengetahuan masyarakat Sasak tentang obat-obatan itu diperoleh dari naskah daun Lontar Usada Lombok yang telah berusia ratusan tahun dan dari pengalaman nenek moyang yang diwarisi turun temurun.
Menurut Yamin, ada sekitar 263 jenis penyakit dan 163 jenis obat-obatan tradisional Sasak diantaranya dan khasiat obat sasak tradisional meskipun telah terbukti, namun sejauh ini belum dilakukan penelitian secara mendalam.
Tradisi penanganan kesehatan yang bersifat tradisional dengan menggunakan obat tradisional spesies tumbuhan atau hewan yang diketahui secara turun temurun masih populer di masyarakat.
Hal ini dilakukan mengingat upaya ini relatif murah, mudah dan merupakan peninggalan nenek moyang serta didukung oleh potensi alam yang memiliki berbagai tumbuhan dan hewan berkhasiat obat.
Penyakit yang kini banyak diderita masyarakat dunia termasuk
Dengan banyaknya permasalahan kesehatan masyarakat maka perlu ada upaya terpadu yang relevan dan dimungkinkan untuk diimplementasikan sebagai bentuk proteksi dini terhadap penanganan kesehatan masyarakat.
Pada bulan Maret 2007 telah dilakukan uji khasiat dan analisis kandungan bahan aktif obat tradisional Sasak penurunan kadar kolestrol dan guna daerah. “Tujuannya untuk mengetahui antara lain kebenaran khasiat mayang kelapa dan daun cerami terhadap kadar klekstrol dan gula darah, kandungan bahan aktif masing-masing obat dan menyediakan informasi penanganan nasalah kolestrol dan gula darah,” katanya.
Sebelumnya Ketua Bappeda NTB, Drs. H. Lalu Fathurrahman menjelaskan, pihaknya telah mengidentifikasi sebanyak 123 judul penelitian yang direkomendasikan untuk pengembangan kajian pembangunan di daerah ini. Penelitian tersebut meliputi kajian pada sektor ekonomi, pendidikan, kesehatan, pertahian serta sektor unggulan lainnya. ( ant )


Comments