Pangdam XVI : Stabilitas Keamanan Wilayah Perbatasan Terkendali : Harian Berita Sore

Pangdam XVI : Stabilitas Keamanan Wilayah Perbatasan Terkendali

29 Juli 2008 | 16:16 WIB

Ambon ( Berita ) :  Pangdam XVI/Pattimura, Mayjen TNI.Rasyid Quranen Aquary, menegaskan, stabilitas keamanan wilayah perbatasan Maluku dengan Timor Leste maupun Australia saat ini terkendali dan personel TNI senantiasa sigap pada masing-masing pos di 18 Pulau terluar.

“18 buah Pulau terluar yakni 11 di Kabupaten Maluku Barat Daya(MBD) berbatasan langsung dengan Timor Leste dan tujuh lainnya di Kepulauan Aru yang letak geografisnya dekat Australia saat ini kondisi keamanannya terkendali,”katanya, di Ambon, Selasa [29/07].

Pangdam mengakui pengawasan wilayah terluar ini dihadapkan dengan terbatasnya armada laut berkapasitas besar sehingga bila cuaca buruk dengan gelombang tinggi, maka menghambat personel ke Pulau-Pulau tersebut.

“Bayangkan Pulau Jiu di Kepulauan Aru sekiranya cuaca baik dan laut tenag itu ditempuh dengan pelayaran sekitar delapan jam. Namun, bila cuaca buruk dan gelombang tinggi, maka aktivitas pelayaran ke sana “lumpuh” karena tidak ada yang berani berlayar mengingat armadanya kecil,”tambahnya.

Karenanya, Kodam XVI/Pattimura senantiasa berkoordinasi dengan   Lantamal IX Ambon yang senantiasa mengerahkan KRI untuk melakukan pengawasan sehingga bisa membantu saat cuaca buruk dan gelombang tinggi. “Keterbatasan ini tidak berarti pengawasan 18 Pulau terluar di Maluku terabaikan karena pos-pos yang dibangun telah ditempati para personil TNI sehingga berbagai kegiatan ilegal senantiasa terpantau, kendati “ilegal fishing” - ilegal Oil merupakan tantangan tersendiri dalam menegakkan hukum,”ujar Pangdam.

Dia juga mendukung program Mabes TNI membentuk Yonif 734 yang berkedudukan di Saumlaki, ibukota Kabupaten Maluku Tenggara Barat(MTB) agar mengawasi juga MBD dan Kepulauan Aru karena letak geografisnya berdekatan.

“Pembangunan sarana dan prasarananya sementara direalisir dengan harapan tahun 2009 mendatang sudah bisa dibentuk Yonif 734 di Saumlaki sehingga Provinsi Maluku dan Maluku Utara(Malut) memiliki empat Yonif,”tambahnya.

Jajaran Kodam XVI/Pattimura sebelumnya memiliki Yonif 731/Kabaressy berkedudukan di Masohi, ibuota Kabupaten Maluku Tengah, Yonif 732/Benau di Ternate, ibukota Provinsi Malut dan 733/Masariku di Desa Waiheru, Kecamatan Baguala, Kota Ambon. ( ant )

Comments

Comments are closed.