Jumlah Mahasiswa Mendaftar di PTS Belum Banyak
28 Juli 2008 | 14:27 WIB
Prof Zainuddin mengungkapkan hal itu pada acara lepas sambut dari Koordinator Kopertis Wilayah I Sumut-NAD Prof T Silvana Sinar MA, Ph.D kepada Prof Dr Zainuddin MPd di Hotel Grand Antares, Jumat kemarin malam .
Hadir pada acara tersebut, Gubsu diwakili Kasubdis Pendidikan Tinggi Disdiksu Drs Primuadi Hia MSP, anggota DPD Parlindungan Purba SH, Pengurus Aptisi Wilayah I B Propinsi NAD Hanif dan rombongan, ketua yayasan serta pimpinan PTS se Sumut.
Dia memaparkan, jika dilihat PTS di Sumut-NAD berjumlah 298 PTS dengan jumlah mahasiswa berkisar 132 ribu dan dosen 4.000 lebih dibandingkan di PTS Wilayah dengan jumlah perguruan tinggi di Indonesia 2.750 PTS, maka 10 persen dari jumlah tersebut berada di wilayah I Sumut-NAD.
Dari jumlah 100 ribu-an lulusan SMA (100%) jika rata-rata 10 persen diterima di PTN maka tersisa 90 persen atau 90 ribu orang dan kalau 50 persen saja yang melanjutkan ke jenjang S1 atau diperkirakan berkisar 45 ribu orang siswa lulusan SMA akan masuk ke PTS.
”Tinggal strategi PTS bagaimana cara menarik calon mahasiswa itu di PTS,” ujarnya.
Koordinator Kopertis berjanji akan terus belajar agar bisa menyelesaikan persoalan yang dialami PTS. Sesuai hasil rakernas PT di Jakarta baru-baru ini, Kopertis Wilayah I Sumut-NAD ditunjuk untuk mengadakan rakerwil 18-19 Agustus 2008 dan rakernas Kopertis Nasional 21-23 Agustus 2008 di Bali.
Zainuddin mengharapkan PTS di Sumut bisa lebih maju dengan dukungan, kerjasama yang baik dan melakukan konsep silturahmi manajemen dengan pimpinan PTS terus terjalin satu kebersamaan, perasaan dan dorongan untuk membina PTS. “Salah satunya adalah peningkatan manajemen bagaimana posisinya berada di tingkat 70 persen secara nasional bisa ditingkatkan lagi secara bersama dengan PTS di Sumut-NAD,” tambahnya.
Sebelumnya, Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta (Aptisi) Wilayah I/a H Bahdin Nur Tanjung SE MM menegaskan, perguruan tinggi swasta (PTS) saat ini dilema kecemasan karena perguruan tinggi negeri (PTN) menjaring seleksi mahasiswa baru dengan berbagai cara baik lokal maupun nasional. “Bukan lagi hanya pukat harimau tapi pukat habis sudah dilakukan PTN dalam membuka pendaftaran dan seleksi mahasiswa baru tahun 2008/2009 ini. Alhasil, banyak pimpinan yayasan dan PTS di Sumut cemas,” kata Bahdin.
Bahdin mengaku terkejut setelah menerima laporan pimpinan PTS yang menyatakan, tahun lalu PTN hanya membuka seleksi pendaftaran mahasiswa baru satu kali. Namun tahun ini, berbagai jalan ditempuh baik seleksi penerimaan secara lokal maupun nasional beberapa kali sudah dilakukan. “Wajar saja pimpinan yayasan maupun rektor di PTS terkejut melihat kondisi ini, karena secara tidak langsung akan menciptakan kesenjangan antara PTS sendiri dengan PTN,” ujar Rektor UMSU ini.
Kedepan dia berharap kepada Kopertis Wilayah I Sumut-NAD agar bisa menyikapi persoalan ini dan mengatasi berbagai permasalahan yang kini dihadapi di PTS. Oleh karenanya dibutuhkan dukungan, bantuan dan kerjasama demi kemajuan pendidikan tinggi di Sumut. Menyikapi persoalan tersebut Prof Zainuddin pun meminta dukungan dari pimpinan yayasan dan pimpinan PTS agar pengelolaan PTS di kedepan lebih maju. (aje)


Comments