Paus Menyeru Agar Semua Agama Bersatu Melawan Terorisme : Harian Berita Sore

Paus Menyeru Agar Semua Agama Bersatu Melawan Terorisme

19 Juli 2008 | 12:56 WIB

Sydney ( Berita ) :  Paus Benediktus menyeru agar semua agama di dunia bersatu melawan terorisme dan menyelesaikan konfil secara damai dalam kata sambutannya kepada para tokoh agama Islam dan Jahudi .

“Didalam dunia yang terancam pandangan dan pola pikir sinis dan mendapatkan perlakuan diskriminasi dalam berbagai bentuk kekerasan, ada suara dari semua umat beragama yang mendesak bangsa-bangsa dan kelompok masayarakat agar menyelesaikan semua konflik dengan cara damai dan menjunjung tinggi hak-hak kemanusiaan ,” kata Benediktus

 Paus juga mengatakan Gereja Katholik terbuka untuk belajar dari agama lain, satu pernyataan yang mengacu kepada konteks akan sikap Vatican yang meningkatkan hubungan dengan dunia Islam.

 “Gereja menyambut baik semua kesempatan untuk mendengarkan pengalaman supra-natural dari agama lain,” kata Paus di Sydney yang menhadiri peringatan hari Pemuda Gereja Katholik Sedunia yang berlangsung dari 15 hingga 20 Juli mendatang.

Hubungan umat Katholik dan Muslim sempat tegang saat sesudah Benediktus menyampaikan pidatonya di Regensburg, Jerman yang menyiratkan seolah-olah agama Islam adalah agama yang disertai “kekerasan”.

Umat Muslim di seluruh dunia memprotes dan Paus diminta untuk meralat ucapannya pada saat ia mengunjungi Masjid Biru di Turki dan berdoa bersama .

Setelah peristiwa Regensburg sebanyak 138 pemikir dan tokoh Islam menulis kepada Paus dan pemimpin Kristen lainnya di dunia tahun lalu dengan mengatakan kemampuan dunia dapat bertahan tergantung kepada dialog antara dua agama tersebut.

Pada Maret lalu Vatican dan para pemimpin Vatikan dan Muslim sepakat untuk mendirikan forum resmi dialog yang dikenal dengan nama Forum Muslim-Katholik  untuk memperbaiki dan meningkatkan hubungan dua agama.

Hubungan masyarakat dunia Islam dengan kelompok umat agama besar lainnya menjadi tegang semenjak peristiwa 11 September 2001 di AS, dimana Presiden Bush  menuding kelompok Muslim sebagai pelaku peristiwa tersebut walaupun tak ada satu buktipun yang mengarah kepada perkiraan yang dikeluarkan oleh Pemerintahan Bush.

Peristiwa berikutnya adalah penyerangan militer yang dipimpin oleh Amerika Serikat berserta sekutunya ke Irak pada Maret 2003 yang memperlihatkan perang selalu membuat orang-orang tak berdosa yang paling menderita.

Paus mengatakan dia yakin di negara-negara  multi kultural di dunia semua agama dihormati, sambil menambahkan bahwa agama adalah kekuatan untuk bersatu dan bukan untuk memecah belah.

“Keuniversalan dari pengalaman hidup manusia menghapuskan semua batas-batas gerografis serta budaya dan memungkinkan para umat berbagai agama untuk terlibat dalam dialog sehingga dapat memahami dan menerima  rahasia kebahagiaan maupun penderitaan dari kehidupan manusia,” kata Paus kelahiran Jerman yang berusia 81 tahun. ( ant/rtr )

Comments

Comments are closed.