Masih Ada Kekerasan Bersenjata Illegal Di Aceh : Harian Berita Sore

Masih Ada Kekerasan Bersenjata Illegal Di Aceh

14 Juli 2008 | 14:53 WIB

Banda Aceh ( Berita ) :  Kasad Jenderal TNI Agustadi Sasongko Purnomo menegaskan, kini masih terjadi tindakan kekerasan dengan menggunakan senjata illegal yang dilakukan orang/kelompok tertentu dengan motif perampokan, pemerasan, tekanan dan menakuti rakyat, terutama di pedesaan di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD).

“Menghadapi situasi ini, saya minta Kodam Iskandar Muda bekerja sama dan berkoordinasi dengan Polri dan Pemerintahan daerah untuk menutup peluang dan kesempatan para penjahat, pelaku kriminal dan pelaku tindak pindana untuk menghentikan aksinya,” tegas Kasad pada sertijab) Pangdam IM dari Mayjen TNI Supiadin AS kepada Mayjen TNI Soenarko, di Banda Aceh, Senin [14/07] .

 Masyarakat diimbau untuk tidak lagi takut melaporkan ke aparat keamanan terhadap adanya perbuatan-perbuatan yang merugikan masyarakat yang dilakukan para penjahat. “Mari kita samakan langkah dan tindakan untuk bersatu padu menjaga dan memelihara perdamaian serta mewujudkan kemakmuran rakyat Aceh,” katanya.

Hilangkan sentimen primordialisme dan egosektoral karena perdamaian adalah suatu proses yang membutuhkan waktu dan kesabaran serta sinergi dan semua komponen bangsa, sehingga perlu dikembangkan terus sikap lebih tolerans.

“Situasi keamanan di Aceh pasca penandatangan nota kesepahaman (MoU) damai di Helsinki sungguh cukup membangakan kita semua,” katanya.

Kenyataan itu terlihat kini tidak adanya  lagi konflik bersenjata, tidak ada lagi Gerakan Aceh Merdeka. Kini yang ada perekonomian rakyat mulai menggeliat dan telah menyumbangkan bagi pertumbuhan ekonomi yang cukup signifikan di daerah ini.

Menurut Kasad , prestasi yang diraih dan diakui dunia internasional itu merupakan hasil kerja sama dan adanya kepedulian tinggi dari seluruh komponen masyarakat di daerah ini yang bersama pemerintah daerah, TNI dan Polri berkomitmen untuk menciptakan dan memelihara kondisi ini dalam wadah NKRI.

 Kondisi damai ini harus terus dijaga dan dipelihara serta terus diupayakan dari waktu ke waktu. Jangan lagi membiarkan rakyat yang sudah lelah dengan konflik selama ini masih dibebani tindakan-tindakan yanga hanya berorientasi kepentingan sempit dari orang-orang yang memang tidak ingin suasana damai tercipta di Aceh.

 “Saya minta agar Kodanm IM bekerja sama dan berkoordinasi dengan Polri dan Pemerintah daerah untuk menutup peluang bagi para penjahat, pelaku kriminal dan pelaku tindak pidana,” tegasnya.

 Untuk mengawal perdamaian Aceh, Kasad kembali menegaskan, Pancasila sebagai ideologi negara sudah final sehingga tidak ada ruang dan tempat bagi bagi upaya mengubah ideologi negara. Kedua , tidak memberikan ruang bagi siapa pun juga untuk melakukan gerakan separatis yang akan mengancam keuntuhan NKRI.

 Ketiga, keutuhan dan kedaulatan NKRI dari Sabang (Aceh) sampai Merauke merupakan kepentingan nasional yang tidak dapat dikompromikan dan keempat upaya penegakan kedaulatan negara akan dilakukan mulai dari pendekatan paling lunak hingga yang paling keras, tegas Kasad Jenderal TNI Agustadi Sasongko Purnomo. ( ant )

Comments

Comments are closed.