Cama Malaysia Pilih Tiga Fakultas Di Iain Ar-Raniry : Harian Berita Sore

Cama Malaysia Pilih Tiga Fakultas Di Iain Ar-Raniry

14 Juli 2008 | 14:31 WIB

Banda Aceh  ( Berita ) :  Mayoritas calon mahasiswa (cama) asal negara Malaysia yang ikut ujian masuk Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ar-Raniry, Aceh, memilih tiga dari lima fakultas yang mendidik mahasiswa di perguruan tinggi tersebut.

Rektor IAIN Ar-Raniry Yusny Saby di Banda Aceh, Minggu [13/07], mengatakan, sekitar 50 cama asal negeri jiran itu lebih banyak mendaftarkan dan memilih disiplin pengetahuan di fakultas dakwah, syariah, dan fakultas Ushuluddin.

“Penerimaan mahasiswa baru dari luar negeri tahun ini kita tawarkan dua program, sarjana strata satu (S1) yang dimulai dari semester pertama dan program lanjutan pendidikan kerjasama selama dua tahun,” katanya.

Keinginan mahasiswa asal Malaysia menimba ilmu pengetahuan di IAIN Ar-Raniry dalam dua tahun terakhir semakin meningkat ditandai banyak generasi muda negeri jiran tersebut yang mengikuti testing masuk perguruan tinggi ini.

Jumlah cama asal Malaysia yang mengikuti ujian masuk IAIN Ar-Raniry sekitar 200 orang. Mereka menjalani testing di negerinya dan bila dinyatakan lulus nanti baru terbang ke Aceh untuk mendaftar ulang bersama cama lainnya.

Para cama luar negeri berasal dari negara bagian di Malaysia, antara lain Kedah dan Perak. Ujian masuk berlangsung dua hari (11-12 Juli 2008) di Malaysia yang diawasi petugas dari IAIN Ar-Raniry,” katanya.

Sekitar tahun 1960-an, sudah ada warga negara Malaysia yang mengikuti pendidikan di IAIN Ar-Raniry. Alumni perguruan tinggi yang menobatkan nama ulama besar Syekh Nurudin Ar-Raniry itu sudah banyak di Malaysia, katanya.

Pada masa Perdana Menteri Abdullah Ahmad Badawi menjabat Duta Besar (Dubes) Malaysia untuk Indonesia, sekitar tahun 1990-an, jumlah warga Malaysia yang mengikuti pendidikan di perguruan tinggi ini mencapai 200-an orang.

“Sekitar tahun 80-an bertambah banyak warga Malaysia yang mengikuti pendidikan di IAIN Ar-Raniry, namun pada saat eskalasi konflik meningkat jumlah mereka yang kuliah di Aceh berkurang drastis,” katanya.

Kini, setelah beberapa tahun kesepakatan damai (MoU) ditandatangani Pemerintah RI dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), keinginan warga Malaysia mengikuti pendidikan di Aceh pulih kembali dan terus bertambah, terutama di IAIN Ar-Raniry.

Pengumuman hasil testing cama asal Malaysia akan diumumkan pada 18 Juli 2008 bersamaan dengan pengumuman cama yang mengikuti ujian masuk di IAIN Ar-Raniry pada 7-8 Juli 2008.  ( ant )

Comments

Comments are closed.