Tiga Kerjasama IMT-GT Ditandatangani
12 Juli 2008 | 15:04 WIB
Banda Aceh ( Berita ) : Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) segitiga perkembangan ekonomi ke-25 di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) menghasilkan tiga kerjasama yang ditandatangani tiga negara.
“Pertemuan selama dua hari ini menghasilkan beberapa rekomendasi yang harus ditindaklanjuti,” kata Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) NAD selaku pelaksana IMT-GT, Firmandez, di Banda Aceh, Jumat [11/07].
Hal itu disampaikan pada penutupan pertemuan Joint Business Council (JBC) ke-25 IMT-GT yang dilaksanakan selama dua hari di Banda Aceh yang diikuti sekitar 500 pengusaha dari tiga negara.
Kerjasama yang ditandatangani yaitu Memorandum of Agreement (MoA) antara Kadin Aceh dan Sumatera Utara di bidang peningkatan dan perluasan kerjasama kemitraan usaha dan pengembangan sumberdaya manusia.
Kerjasama dalam bidang ekonomi antara Pemerintah Daerah Aceh dan
Kerjasama antara PT Aceh Trading Commodity dan Indonesia Malaysia Thailand CO.LTD di bidang perikanan. Selain itu, juga pengembangan paket wisata di wilayah Basajan (Banda Aceh, Sabang, Jantho) untuk mendukung linkage Sabang-Pukhet-Langkawi.
Menurut Firmandez, kerjasama tersebut merupakan kemajuan yang didapat dari pertemuan tahunan pengusaha, disamping itu, ada beberapa agenda yang perlu perbaikan seperti di bidang perizinan sehingga dukungan pemerintah diperlukan.
Dukungan tersebut diharapkan dapat memberikan intensif dan kemudahan untuk kerjasama serta investasi sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan perdagangan di tiga negara anggota.
Dalam acara penutupan tersebut, Ketua delegasi IMT-GT Thailand, Mr Tanaka mengaku sangat puas dengan pertemuan itu dan diharapkan, kerjasama IMT-GT yang lebih jauh dapat ditindaklanjuti.
Sementara Ketua Delegasi
“Kami akan terus datang ke Aceh karena kami menyadari potensi ekonomi yang menjanjikan di sini. Komitmen itu akan segera terwujud pada akhir Juli ini penerbangan Fire Fly akan terbang antara
Ketua IMT-GT Indonesia Arsyadjuliandi Rachman mengatakan, melalui IMT-GT terjadi peningkatan prospek usaha di Aceh seperti di Sabang dan daerah lainnya.
Menurut dia, kerjasama yang sudah disepakati tersebut akan segera ditindaklanjuti. Disamping itu, sebagai bentuk keseriusan semua pihak akan dilanjutkan dengan tingkat pertemuan yang lebih tinggi yaitu Senior Official Meeting pada Oktober 2008 di Palembang.
Selain penandatanganan kesepakatan kerjasama antar tiga negara, pada acara itu juga diserahkan, cenderamata kepada perwakilan delegasi dan penggagas forum IMT-GT, Syamsuddin Mahmud.
Wakil Gubernur Aceh, Muhammad Nazar mengharapkan keberhasilan IMT-GT dapat menjadi motivator bagi pengusaha untuk berani berusaha dan memanfaatkan potensi yang ada untuk pengembangan ekonomi.
“Kami harapkan, disamping telah menghasilkan beberapa kesepakatan, juga perlu dipikirkan penguatan kapasitas seluruh pengusaha kita sehingga nantinya akan sanggup memainkan peranan penting di dunia global,” katanya.
Ia mengaku optimis dengan hasil yang telah disepakati dalam forum tersebut dapat diketahui potensi yang dimiliki Aceh dan para pengusaha akan menanamkan modalnya di Aceh. Diyakini jika pengusaha di tiga negara IMT-GT kuat, maka akan mampu menguasai ekonomi global dunia. ( ant )


Comments