Atletik dan Drum Band Sumut Protes

KALTIM (Berita): Kontingen Sumut menempuh jalur protes ke Panitia Pertandingan PON XVII karena merasa dirugikan di cabang atletik dan drumband yang berlangsung secarat terpisah di Samarinda dan Balikpapan, Jumat (11/7).

Tim Manejer Atletik Sumut Irwan Pulungan S Sos melancarkan protes ke Panpel cabang olahraga tersebut, karena ia merasa atletnya Edy Haryanto dicurangi pelari Abdul Haris dari Jabar pada partai final yang digelar di Stadion Utama Palaran Samarinda Sebrang.

Sementara Tim Manejer Drum Band Sumut Willer Pasaribu juga melancarkan protes tertulis, ketika Sumut diumumkan menempati rangking kedua nomor Speed Mars, sebab pemenang di nomor ini, tuan rumah Kaltim, jelas-jelas melakukan kesalahan saat lomba digelar.

“Sumut melancarkan protes tertulis ke Panpel. Sebab Sumut seharusnya meraih meraih medali emas di nomor 1500 m,” kata Irwan Pulungan.

Menurutnya, Edy pada partai final Jumat sore kemarin, sebenarnya berpeluang merebut medali emas, karena karena hingga jelang 200 m garis finish memimpin di depan.

Namun menurut versi Irwan Pulungan, pelari masa depan Sumut tersebut terjatuh akibat perlakuan kurang sportif pelari Jabar Abdul Haris yang menjegalnya sangat ingin memotong di depan.

“Akibat perlakuan tidak sportif itu, Edy terjatuh. Ia kemudian bangkit dan berusaha mengejar, tapi akhinrya finish di urutan empat.Sedangkan tempat pertama ditempati Abdul Haris (Jabar) disusul Haryono Saputra (Jatim) dan Jauhari Johan (Sumsel),” jelas Irwan.

Kontingen Sumut, kata Irwan tidak menerima perlakukan yang dialami anak didiknya tersebut. Karenanya mereka melancarkan protes secara tertulis kepada panitia. “Sumut dirugikan dalam hal ini,” ujarnya keras.

Ia juga menyesalkan pihak Panpel yang tidak memiliki video rekaman sebagai bukti terjadinya pelanggaran.Namun Sumut punya bukti video yang diserahkan ke panitia, sebagai refrensi mengusut protes Sumut.

Iwan juga mengaku tidak mengerti mengapa dewan wasit maupun juri lintasan tidak mengangkat bendera pertanda terjadi pelanggaran saat Edy dijatuhkan lawan.

Sebelumnya, protes lebih dulu diajukan Tim Manejer Drum Band Sumut Willer Pasaribu karena ia menganggap dewan juri terkesan memihak tuan rumah Kaltim yang dinobatkan sebagai juara nomor mars speed yang digelar di Balikpapan.

Kaltim dalam perlombaan kemarin dinilai mencatat waktu tercepat 4 menit 51 detik, sementara Sumut 5,32 dan Jatim di tempat ketiga 5,36. Namun putusan dewan juri tersebut sulit diterima Kontingen Sumut dan juga peserta lainnya karena pada perlombaan Kaltim jelas-jelas melakukan kesalahan, yakni stick mayoret terjatuh,selain itu para atlet dalam aksinya setengah berlari (dilengkapi bukti video), “Kami sudah protes bersama tim lain dengan barang bukti rekaman video,” kata Willer yang juga Ketua Umum Pengprov PDBI Sumut.

Hari ini atlet drumband Sumut kembali turun di nomor LBB (Lomba baris baris-berbaris) dan display dari Lapangan SudirmanBalikpapan sampai ke Lapangan Merdeka Balikpapan. Willer berharap di nomor ini anak asuhanya  bisa meraih medali. (irm)

Comments are closed.