Panglima TNI: Tak Ada Pembatalan Alutsista Luar Negeri : Harian Berita Sore

Panglima TNI: Tak Ada Pembatalan Alutsista Luar Negeri

4 Juli 2008 | 16:04 WIB

Surabaya ( Berita ) :  Panglima TNI, Jenderal TNI Djoko Santoso menegaskan bahwa hingga kini belum ada pembatalan pengadaan alat utama sistem senjata (Alutsista) dari luar negeri, meskipun TNI menginginkan kemandirian nasional.

“Belum ada yang dibatalkan. Semua sesuai rencana dalam program 2004 hingga 2009″, katanya seusai serah terima jabatan Kasal dari Laksamana TNI Sumardjono kepada Laksdya TNI Tedjo Edhi Purdijatno di Koarmatim, Surabaya, Jumat [04//07].

Menurut jenderal berbintang empat itu, keinginan TNI untuk kemandirian nasional dalam pengadaan alutsista itu, juga sesuai dengan kebijakan pemerintah untuk memaksimalkan industri dalam negeri. “Karena itu, TNI akan mengupayakan pengadaan itu dari dalam negeri. Kalau yang dari luar negeri, kita akan mengikutsertakan ahli-ahli kita, sehingga ada ‘transfer’ teknologi secara bertahap”, kata mantan Kasad itu.

Ia mengemukakan, sejumlah alutsista yang didatangkan dari luar negeri, antara lain helikopter MI-17 dari Rusia yang baru tiba di Juanda, Surabaya, kapal perang dari Belanda, serta suku cadang pesawat Hercules dan Sukhoi. “Sementara untuk dalam negeri berbentuk senjata-senjata ringan TNI AD, panser, pesawat ringan seperti CN 235″, katanya.

 

Masih Sulit

Kasal, Laksdya TNI Tedjo Edhi Purdijatno mengemukakan, untuk memiliki satu skuadron kapal selam, TNI AL masih sulit, karena dihadapkan pada kondisi ekonomi negara seperti saat ini.

“Karena itu pengadaannya bertahap, mungkin nanti dua dulu”, katanya seusai serah terima jabatan Kasal dari Laksamana TNI Sumadjono yang dipimpin Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso di Koarmatim, Surabaya, Jumat.

Di zaman dulu, TNI AL pernah memiliki satu skuadron kapal selam, yakni sebanyak 12 unit, sehingga keberadaan pasukan matra laut itu sangat disegani oleh beberapa negara tetangga. Mengenai pengadaan kapal selam itu sendiri, Kasal mengemukakan, akan melanjutkan kebijakan yang telah digariskan oleh pendahulunya. TNI AL sudah mengajukan beberapa spesifikasi Alutsiata ke Departemen Pertahanan.

“Termasuk alternatif pembelian ke beberapa negara. Nanti terserah Dephan yang menentukan”, kata mantan Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) yang juga penerbang TNI AL itu. Ia mengemukakan bahwa kebutuhan alat utama sistem senjata TNI AL masih banyak, baik untuk kapal perang, pesawat udara maupun kebutuhan pasukan Marinir. Namun melihat keuangan negara saat ini, tidak bisa semuanya terpenuhi.

Ia juga menegaskan bahwa untuk pengadaan alutsista, TNI AL juga mengedepankan industri nasional, guna menumbuhkan kemandirian nasional. “Kami terus menjalin kerja sama dengan beberapa industri strategis nasional”, kata pria kelahiran Magelang, Jateng itu.

Sementara acara serah terima jabatan Kasal digelar secara sederhana. Satu-satunya atraksi yang ditampilkan hanya senam prajurit dari pasukan Marinir yang berpakain loreng. Acara itu dihadiri sejumlah petinggi TNI, antara lain, Pangkostrad, Letjen TNI George Toisutta dan sejumlah mantan Kasal, yakni Achmad Sutjipto, Bernard Kent Sondakh, Tanto Kuswanto dan lainnya. (atn )

Comments

Comments are closed.