Harga Minyak Bertahan Di Pasar Asia
4 Juli 2008 | 16:03 WIB
Singapura ( Berita ) : Harga minyak di
Kontrak berjangka minyak jenis ringan (light sweet crude) di
Harga minyak Laut Utara Brent di London untuk pengiriman Agustus juga naik 12 sen menjadi 146,20 dolar dari penutupan pada Kamis yang mencapai rekor di 146 dolar. Kontrak itu juga menyentuh rekor perdagangan harian tertinggi sebesar 146,69 dolar pada awal perdagangan.
Harga minyak memecahkan serangkaian rekor tertinggi pekan ini, melanjutkan momentum yang dimulai pada awal tahuan ini ketika harga itu terdorong melewati 100 dolar untuk pertama kalinya. Saya afikir kecenderungan kenaikan itu lengkap dan dari sisi kekhawatiran pasokan akan benar-benar mendorong harga di bebrapa pekan mendatang,” kata Victor Shum, analis di Purvin and Gertz international energy consultancy di Singapura.
Lonjakan itu dipicu kekhawatiran atas inflasi dan melambatnya pertumbuhan ekonomi, disaat protes memercik dari seluruh dunia. Terbelahnya negara konsumen dan produsen mengenai siapa yang bersalah semakin menajam di kongres perminyakan dunia di
Arab Saudi, pimpinan OPEC, menyuarakan kekhawatirannya, Kamis, mengenai rekor baru untuk patokan minyak mentah dan kembali menyatakan komitmennya untuk melakukan dialog antara negara konsumen dan produsen.
Namun perdebatan itu memperlihatkan tidak adanya sisnyal untuk menemukan solusi atas tekanan pasar. Kedua pihak menuduh perbedaan alasan: negara konsumen menggarisbawahi kekhawatirannya atas terganggunya pasokan, sedang negara produsen menyalahkan spekulan keuangan dan turunnya dolar AS.
Shum mengatakan seiring dengan melemahnya dolar AS, harga minyak menemukan kekuatan dalam arus investor keuangan yang masuk ke pasar komoditas dari pasasr saham yang kinerjanya memburuk.
Mata uang AS yang terus bergejolak membuat harga komoditas dalam dolar seperti minyak menjadi murah untuk pembeli asing yang membawa mata uang kuat.
Shum mengatakan meroketnya harga minyak sampai 150 dolar per barel menjadi mungkin, meski tidak dalam waktu cepat, ketika pimpinan eksekutif perusahaan minyak raksasa Rusia, Gazprom memperkirakan harga “sangat segera” mencapai 250 dolar per barel. Shum mengatakan harga tidak akan naik untuk jangka waktu tidak terbatas karena dampak negatif dari permintaan. Ketika ada bukti melambatnya permintaan di AS, data dari


Comments