Dinas Infokom Jatim Diharapkan Jadi Kantor Berita Daerah

Yogyakarta ( Berita ) :  Dinas Informasi dan Komunikasi (Infokom) Provinsi Jawa Timur (Jatim) ke depan diharapkan bisa menjadi kantor berita daerah yang akan menyiarkan berita-berita tentang Jawa Timur secara “realtime”.

“Produk Dinas Infokom Jatim saat ini berupa Jatim News Room, Multimedia Center, Plaza Informasi, Radio JTFM, Community Cyber Media dan Tabloid Potensi,” kata Wakil Kepala Dinas Infokom Jatim, Haryogi ketika menerima kunjungan studi banding rombongan pejabat Badan Informasi Daerah (BID) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan sejumlah wartawan di Surabaya, Kamis [03/07].

Dari berbagai produk tersebut diharapkan informasi menyangkut Pemerintah Provinsi Jatim  dapat dipublikasikan dalam waktu segera (realtime) terutama untuk Jatim News Room. Pada pukul 16.00 WIB berita sudah dapat didistribusikan ke sejumlah media massa, kediaman pejabat dan para pemangku kepentingan (stakeholders) lainnya.

“Kami ingin mewujudkan masyarakat informasi yang mandiri, seimbang dan transparan melalui pelayanan informasi dan komunikasi, sehingga dapat ditingkatkan akses informasi masyarakat, promosi potensi daerah serta memfasilitasi media massa,” katanya.

Fokusnya memang bidang pemerintahan di Jatim, artinya seluruh kegiatan pemerintah provinsi dapat diinformasikan khususnya melalui Jatim News Room.

Dikatakannya, untuk mendukung rencana ini Dinas Infokom Jatim menggunakan jasa konsultan terutama pakar media dan komunikasi serta teknologi informasi. Ini penting dilakukan untuk  mengubah cara berpikir sumber daya manusia di instansi ini khususnya dalam operasional komputer, internet dan pengetahuan jurnalistik.

Selain itu, Dinas Infokom juga melakukan pelatihan teknologi informasi kepada masyarakat dengan menyediakan 15 komputer yang bisa digunakan dalam proses belajar secara kelompok tanpa dipungut biaya.

“Kami juga menyiapkan pelatihan secara ‘mobile’ dengan menggunakan mobil keliling yang sepuluh komputer. Mobil ini akan melayani masyarakat di pelosok desa,” katanya.

Menurut Haryogi, untuk mendukung semua proses pembelajaran di bidang informasi dan komunikasi ini pihaknya akan mendatangkan pakar, praktisi dan studi banding ke LKBN ANTARA dan Tempo di Jakarta.

Sementara itu, Kepala Bidang Humas BID DIY Alex Samsuri mengatakan, dalam studi banding ini BID DIY ingin belajar  dalam pengelolaan Jatim News Room khususnya menyangkut sumber daya manusia, manajemen, pengaturan ruang, pelaksanaan kegiatan dan peralatan. “Jika nanti sudah ada anggaran, akan dicoba dikembangkan pula di DIY,” kata Alex.  ( ant )