USU Dan Unimed Perketat Pengawasan Hari Kedua
3 Juli 2008 | 16:09 WIB
MEDAN (Berita): Sistem pengawasan di Universitas Sumatera Utara (USU) dan Universitas Negeri Medan (Unimed) semakin diperketat setelah terjadi kecurangan pada hari pertama pelaksanaan ujian Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Rabu [2/7] di dua perguruan tinngi tersebut.
Seperti diberitakan sebelumnya,
Mereka yang dibekuk aparat keamana yakni tiga peserta SNMPTN USU yakni HS mengikuti ujian di SMA
Sedangkan dua lagi yang mengikuti SNMPTN yang digelar Unimed yakni HBP mengikuti ujian di SMAN 7 Medan dan EY meng-ikuti ujian di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Jalan Kapten Muchtar Basri. Seorang mahasiswa FE salah satu perguruan tinggi di
Penanggung jawab informasi SNMPTN USU Bisru Hafi S.Sos MSi, mengatakan pihak USU tetap berkonsentrasi untuk melakukan pengamanan. Bahkan, pengamanan tersebut ekstra ketat dilakukan dari hari pertama kemarin. Pada hari kedua pelaksanaan SNMPTN, Kamis [3/7] USU membentuk tim kecil pemantau yang membantu tugas pengawas melakukan pengawasan dan pengamanan. Tim ini berkoordinasi dengan 1.801 pengawas yang ditempatkan di 30 lokasi.
‘Kami berharap sistem pengawasan yang lebih ketat ini dapat memperkecil ruang gerak pelaku atau peserta yang ingin berbuat curang,’ kata Bisru. Mengenai peserta yang ditangkap kemarin, Bisru menyatakan USU menyerahkan proses hukum sepenuhnya kepada pihak berwajib. Saat ini pelaku curang itu sedang ditangani Polsekta Medan Baru. Pihak Unimed dan USU sepakat bahwa peserta curang tersebut tidak akan diluluskan nantinya masuk ke PTN yang menjadi pilihan mereka. Dan nasib mereka selanjutnya sepenuhnya diserahkan ke pihak kepolisian untuk diproses secara hukum.
Bisru menyayangkan peserta yang melakukan tindakan curang dalam pelaksanaan SNMPTN. Itu karena panitia sudah mengingatkan peserta dari tahun ke tahun menjelang pelaksanaan ujian tersebut agar mematuhi peraturan.
’Selama ujian berlangsung, peserta tidak diperbolehkan membawa atau menggunakan alat komunikasi apapun di dalam ruang ujian, dan jangan melakukan kecurangan atau pergacokan,’ ujarnya.
’Secara terpisah, Humas Unimed Drs Chairul Azmi Hutasuhut MPd menyatakan, pihaknya sudah cukup serius mengimbau dan mengingatkan peserta ujian SNMPTN untuk tidak membawa masuk HP ke ruangan ujian. Dan pada hari pelaksanaan SNMPTN, kemarin, diketahui semua peserta mengumpulkan HP kepada para pengawas ujian. Namun, katanya masih terdapat juga beberapa peserta yang berani membawa HP ke ruang ujian.
’Pada hari kedua ujian SNMPTN ini, Unimed juga semakin memperketat sistem pengawasannya. Mengenai peserta curang tersebut, Chairul mengatakan mereka tidak memungkinkan untuk mengikuti ujian lagi karena sampai saat ini ditahan pihak bewajib guna mempertanggungjawabkan permainan curang mereka. Dan seperti tahun sebelumnya mereka yang melakukan curang ini juga diajukan ke pengadilan sehingga mereka dijatuhi hukuman.
787 Absen di USU
Pada hari pertama ujian SNMPTN kemarin, tercatat sebanyak 787 peserta SNMPTN USU absen. Dari 18.370 peserta yang mengembalikan formulir ke PL USU, ternyata 17.853 yang mengikuti ujian tersebut. Rinciannya, dari kelompok IPA hadir sebanyak 6.135, IPS 5.571, dan IPC 6.147 orang. Sedangkan yang absen berdasarkan data dari pengawas PL USU, IPA 233 orang, IPS 391 dan IPC 163 orang.(aje)


Comments