Indonesia Diminta Undang Pebisnis Jepang Buktikan Promosi Investasi
1 Juli 2008 | 11:39 WIB
Tokyo ( Berita ) : Kalangan pebisnis Jepang umumnya menyatakan memahami perbaikan iklim investasi yang dilaksanakan Indonesia, khususnya di kawasan perdagangan bebas Batam, Bintan, dan Karimun (BBK), namun perlu mengundang secara langsung pelaku bisnis Jepang untuk membuktikan “kelebihan” yang ditawarkan.
Demikian pandangan kalangan pengusaha yang disampaikan Ketua Asosiasi Bisnis Indonesia-Jepang Wilayah Kansai, Hajime Kinoshita, saat ditemui Antara di Tokyo, Senin, usai mengikuti promosi investasi bersama Indonesia - Singapura yang digelar di Hotel Imperial. “Seeing is believing, bukankah begitu,” kata Kinoshita lagi.
Menurutnya, paparan yang disampaikan Menteri Perdagangan Mari Pangestu, dan Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), M Lutfi, cukup menyeluruh dengan menambahkan data-data terbaru serta kemudahan yang ditawarkan kawasan FTZ Batam, Bintan, dan Karimun.
Apa yang dipaparkan delegasi Indonsia, katanya, sudah bagus dan komprehensif. Namun tetap perlu lebih sering dilakukan sehingga tercipta kejelasan yang meluas di kalangan pengusaha Jepang mengenai perbaikan iklim investasi yang sudah diupayakan pemerintahnya.
“Untuk membuktikan apa yang sudah diomongkannya di sini, di Jepang, perlu ditindak-lanjuti dengan mengundang para pengusaha Jepang langsung ke Indonesia atau ke Batam tadi,” katanya dengan bahasa Indonesia terpatah-patah.
Ia sendiri sengaja datang jauh-jauh dari Osaka, yang merupakan salah satu dari kota-kota penting di wilayah Kansai (Jepang bagian barat). Usulannya tersebut juga disampaikan langsung ke Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ismeth Abdullah, yang langsung menyetujui usulan tersebut.
Ia mengatakan, tidak perlu banyak orang diundang, tetapi cukup
Kerjasama Singapura
Join promotion antara
Mereka tampil bersama menjadi pembicara dalam acara yang dihadiri sekitar 200 pelaku usaha di Jepang. Dua pengusaha Jepang sengaja ditampilkan untuk memberikan penjelasan langsung mengenai perbaikan iklik investasi Indonesia, khususnya di kawasan BBK. Mulai dari pembebasan pajak, kemudian perijinan dalam satu atap hingga pso pengaduan.
CEO perusahaan Yokogawa Electric Asia Ltd., A.K. Lai mengatakan, kawasan BBK memberikan peluang usaha yang baik dengan adanya sarana infrastruktur yang lebih memadai dibanding daerah lainya di Indonesia, serta kedekatan posisi dengan Singapura menjadikannya bisa saling melengkapi dalam melaksanakan bisnis di era global seperti sekarang.
Hal senada juga diakui Menperindag Lim Hng Kiang, yang mengatakan bahwa posisi BBK dan Singapura dalam perspektif global justru bisa memperkuat posisi tawar terhadap Jepang.
“Letaknya yag berdekatan juga memudahkan untuk memberikan kerjasama yang nyata, baik di tingkat tenaga kerja yang terlatih hingga manejer tingkat menengah, akses pasar serta teknologi,” katanya.
Umumnya perusahaan Jepang memindahkan pabriknya dari Singapura ke Batam, namun tetap membiarkan perwakilan bisnis dan finansialnya di Singapura. Saat ini terdapat 60 perusahaan Jepang di Batam, seperti Panasonic, Epson, dan Casio. ( ant )


Comments