Terjadinya “Fragmentasi” Politik Akibat Kenaikan BBM
30 Juni 2008 | 15:17 WIB
Kondisi itu pula yang menyebabkan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Syamsir Siregar kesal dan emosi sehingga mengucapkan kata “sontoloyo”, kata kata Ketua Departemen Ilmu Politik FISIPOL USU,Drs.H.Heri Kusmanto, MA di Medan,Senin [30/06] .
Kusmanto mengatakan, atas ucapan yang disampaikan Syamsir Siregar tersebut diduga fragmentasi itu disebabkan berkurangnya loyalitas menteri yang berasal dari Partai Politik (Parpol). “Fragmentasi” politik itu juga dapat dilihat dari adanya menteri yang memberikan pendapat berbeda ketika rapat kabinet dengan media
Sikap yang kurang baik selaku pembantu presiden tersebut disebabkan adanya maksud dari menteri yang bersangkutan untuk “menggolkan” kepentingan politik jangka pendeknya. “Kondisi itu yang menyebabkan Syamsir Siregar ‘emosi’ sehingga mengeluarkan kata sontoloyo,” kata Heri yang juga Direktur Program Pasca Sarjana Universitas Medan Area (UMA).
Menurut dia, meski perlunya pembuktian lebih lanjut tetapi “manuver” yang dilakukan menteri yang dinilai tidak loyal tersebut dapat dianggap sebagai trend untuk pemenangan Pemilu 2009.
Namun, ia menyatakan tidak berani menyimpulkan bahwa “fragmentasi” politik tersebut bertujuan untuk menjatuhkan pemerintah. “Asumsi tersebut membutuhkan pembuktian dari penyidik yang telah menangkap beberapa pelaku kerusuhan dalam unjukrasa di gedung DPR baru-baru ini, yang menolak kenaikan BBM,” ujarnya. ( ant )


Comments