Syamsul Arifin Harus Ganti Pejabat : Harian Berita Sore

Syamsul Arifin Harus Ganti Pejabat

30 Juni 2008 | 15:14 WIB

Medan ( Berita ) :  Gubernur Sumatera Utara H.Syamsul Arifin diharapkan segera mengganti sejumlah pejabat eselon II untuk mendukung pencapaian visi-misi dan janji-janji yang disampaikan selama masa kampanye pilkada.

“Syamsul Arifin harus fokus dalam mengganti pejabat dan menempatkan orang-orang yang benar bisa mendukung pencapaian visi dan misinya,” ujar anggota DPRD Sumut Abdul Hakim Siagian di Medan, Minggu [29/06].

Selama masa kampanye yang baru lalu Gubernur Syamsul Arifin dan Wagub Gatot Pujo Nugroho mengusung visi-misi sekaligus menjanjikan “rakyat tidak lapar, rakyat tidak sakit dan rakyat tidak bodoh serta rakyat punya masa depan”.

Menurut Siagian, meski terkesan sederhana, namun visi-misi tersebut tidak akan dengan mudah terealisir. Dibutuhkan kolektifitas yang melibatkan seluruh unsur pejabat khususnya para eselon II di lingkungan Pemprov Sumut untuk mewujudkannya. “Untuk itu Syamsul Arifin harus menempatkan pejabat-pejabat yang benar-benar bisa mendukung pencapaian visi-misinya itu dan mengganti figur-figur yang dinilai tidak mampu,” katanya.

Ditanya dinas-dinas mana saja yang harus menjadi prioritas untuk diganti, ia menyebut sejumlah dinas seperti dinas-dinas yang terkait dengan sektor pertanian, peternakan dan ketahanan pangan agar rakyat tidak lapar, dinas kesehatan agar rakyat tidak sakit serta dinas pendidikan agar rakyat tidak bodoh. “Kebetulan diantara dinas-dinas itu memang sudah harus dilakukan pergantian karena ada yang meninggal dunia dan ada yang tengah terkait proses hukum,” katanya.

Selain itu, Syamsul Arifin juga harus fokus dalam penempatan pejabat yang diyakini mampu menggenjot pendapatan daerah, mengingat untuk mewujudkan visi-misinya itu dibutuhkan anggaran yang tidak sedikit.

Menurut Siagian, pada tahun pertama kepemimpinannya saja Syamsul Arifin harus bisa menggenjot APBD Sumut dari selama ini hanya pada kisaran Rp3 triliun menjadi di atas Rp5 triliun dan selanjutya di atas Rp10 triliun dan bahkan mecapai Rp15 triliun di ujung lima tahun kepemimpinannya. “Untuk itu diperlukan pejabat yang benar-benar mampu menggenjot pendapatan asli daerah secara signifikan, karena tanpa itu omong kosong visi-misinya itu akan dapat terealisasi seperti yang dijanjikan. Terkait upaya meningkatkan anggaran ini Syamsul Arifin harus turun langsung memimpinnya,” ujarnya.

Sementara anggota Komisi A DPRD Sumut Ahmad Ikhyar Hasibuan mengatakan Syamsul Arifin harus menempatkan pejabat yang memiliki kemampuan menciptakan terobosan-terobosan dalam memenuhi kewajiban-kewajiban anggaran secara maksimal.

Para pejabat yang dipilih juga harus mampu medisiplinkan anggran. Disiplin anggaran menjadi penting karena kepemimpinan Syamsul/Gatot membutuhkan anggaran sekaligus tingkat efisiensi yang maksimal. Sehubungan dengan itu Ahmad Ikhyar Hasibuan berharap Syamsul Arifin melakukan “reshuffle” melalui pertimbangan-pertimbangan yang benar-benar matang dengan melibatkan Baperjakat dan lembaga profesional yang independen. “Rekrutmen pejabat harus dilakukan secara trasparan dan hindarkan segala bentuk interfensi dan penempatan pejabat titipan,” katanya. ( ant )

Comments

Comments are closed.