Mesir Rencanakan Penyeberangan Rafah Selama Dua Hari
30 Juni 2008 | 15:10 WIB
Kairo ( Berita ) : Pemerintah Mesir, Ahad, memutuskan untuk membuka kembali tempat penyeberangan Rafaf di perbatasan Mesir dengan wilayah Palestina, Jalur Gaza, selama dua hari, demikian laporan kantor berita resmi Mesir, MENA.
Tempat penyeberangan perbatasan itu direncanakan dibuka 1-2 Juli guna memungkinkan orang Palestina yang sakit dan mereka yang memiliki visa tinggal menyeberangi perbatasan dan masuk ke wilayah Mesir, kata Duta Besar Palestina untuk Mesir Nabil Amr sebagaimana dikutip oleh MENA. “Mesir telah memutuskan untuk membuka tempat penyeberangan tersebut selama dua hari dari Selasa guna memungkinkan orang Palestina yang memiliki visa dan izin tinggal serta pelajar dan orang sakit dari Jalur Gaza lewat,” kata seorang pejabat keamanan yang tak ingin disebutkan jatidirinya.
Pada 18 Juni, satu hari sebelum gencatan senjata antara Israel dan kelompok pejuang Palestina pimpinan HAMAS berlaku, Mesir untuk sementara membuka kembali tempat penyeberangan Rafah guna memungkinkan orang Palestina yang terperangkap di wilayah Mesir untuk pulang ke daerah kantung yang dikuasai HAMAS tersebut.
Tempat penyeberangan Rafah, satu-satunya jalan tembus dari Jalur Gaza ke dunia luar yang tak melewati wilayah Israel, telah ditutup sejak Juni lalu, ketika HAMAS menguasai Jalur Gaza melalui kekuatan dan pasukan Presiden Palestina Mahmoud Abbas mundur bersama dengan pemantau dari Uni Eropa (UE).
Mesir mempertahankan penutupan tempat penyeberangan itu yang, menurut kesepakatan yang diperantarai AS, tak dapat dibuka kembali tanpa kehadiran pemantau UE dan pasukan Penjaga Presiden Palestina.
Dalam beberapa kondisi, Mesir membuka tempat penyeberangan tersebut buat orang Palestina yang sakit dan beberapa pemimpin HAMAS yang pergi untuk menghadiri pembicaraan di Kairo, Mesir.
Pada Januari, pejuang Palestina di Jalur Gaza meledakkan beberapa bagian tembok perbatasan itu, sehingga ratusan ribu orang Palestina dapat memasuki wilayah Mesir untuk membeli kebutuhan pokok sebelum tempat tersebut ditutup kembali beberapa hari kemudian. ( ant/xinhua )


Comments