Depkeu Adakan Pelatihan Penilaian Aset : Harian Berita Sore

Depkeu Adakan Pelatihan Penilaian Aset

30 Juni 2008 | 15:12 WIB

Jakarta ( Berita ) :  Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Departemen Keuangan mengadakan pelatihan penilaian aset untuk penataan keuangan dan otonomi daerah di Indonesia (Asset Appraisal for Financial Restructing and Regional Autonomy in Indonesia) di Jakarta pada tanggal 30 Juni sampai dengan 12 Juli.

“Pelatihan ini diadakan untuk meningkatkan kompetensi pegawai di kalangan DJKN yang kini juga mengemban tugas untuk menangani penilaian aset negara selain melakukan lelang,” kata Sekretaris Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Departemen Keuangan, Suryanto ketika membuka pelatihan itu di Jakarta, Senin [30/06]. Menurut dia, kompleksitas masalah di pengelolaan aset sangat banyak.

“Bagaimana nanti anda semua bisa menilai kijang-kijang di Kebun Raya Bogor yang juga merupakan aset negara, baik secara kuantitas maupun nilainya. Jadi, tolong gali sebanyak-banyaknya pengetahuan dari para pengajar selama pelatihan ini,” tambahnya.

Selain itu, tambahnya, DJKN juga memliki tugas lain yaitu meningkatkan agar Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) tidak mendapat status “disclaimer” dari para auditor dari BPK. Sementara ini, LKPP banyak mendapatkan nilai disclaimer karena dari segi nilai tidak ada, sementara dari segi kuantitas ada.

Menurut Manajer Proyek Pelatihan, Sjaiful Luthfi, pelatihan yang dilakukan oleh PT Sucofindo Appraisal Utama (SAU) juga akan diselenggarakan di Surabaya dan Makassar, Sulawesi Selatan, masing-masing selama 14 hari. “Ini karena di kedua kota tersebut, pelatihan akan difokuskan pada praktek penilaian aset di lapangan, misalnya bandara, rumah ibadah, pabrik, hotel ataupun jalan,” katanya.

Pelatihan yang dilakukan atas kerjasama dengan Proyek Kerjasama Pelatihan Spesialis Indonesia-Austraia (Indonesia-Australia Specialized Training Projects/IASTP) ini diikuti oleh pejabat eselon III dan IV dari Departemen Keuangan dan juga dari Sekertariat Negara.

IASTP merupakan kerjasama pelatihan yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia dan Australia. Pihak Indonesia diwakili oleh Sekertariat Negara, sementara pihak Australia diwakili oleh AUSAID.

Pelatihan ini merupakan salah satu dari 94 paket pelatihan yang dilakukan oleh IASTP di akhir tahun dari pelaksanaan tahap ke3 yang dimulai sejak tahun 2004 lalu. Proyek ini akan ditutup secara resmi oleh kedua negara pada 12 Desember 2008, namun seluruh pelatihan diselesaikan Agustus 2008. ( ant )

Comments

Comments are closed.