Belajar Dari Euro 2008 Tim Terbaik Kampiun
30 Juni 2008 | 15:20 WIB
Tampil sebagai juara Piala Eropa 2008 bukanlah suatu kejutan, karena sejak babak penyisihan hingga semifinal tim pun tim asuhan Luis Aragones sudah menunjukkan kelasnya yang luar biasa.
Sehingga pertandingan final tadi malam melawan Jerman, anak-anak Spanyol pantas meraih tropi kebanggaan masyarakat Eropa yang sudah diidam-idamkan selama 44 tahun.
Spanyol tampil luar biasa selama Euro 2008 sehingga pantas digelar sebagai ’’the best team’’, Fernando Torres dkk pantas merebut juara, pemainnya depannya David Villa pantas menjadi ’’top scorer’’.
Spanyol tak pelak lagi menjadi tim juara sejati dalam event empat tahunan ini karena tidak pernah terkalahkan sejak bola digulirkan tiga pekan lalu hingga wasit meniup pluit akhir yang memastikan gelar juara bagi Spanyol Senin (30/6) subuh. Pokoknya Spanyol membuktikan tim yang solid berkat kesungguhan para pemain dan pelatihnya.
Sejumlah komentar memuji setinggi langit tim Spanyol yang mampu memperlihatkan permainan prima sepanjang turnamen. Spanyol layak menang. Jerman bermain buruk, semua tidak berjalan benar.
Tetapi itulah sepak bola –penderitaan kami adalah kebahagiaan mereka, kata seorang penggemar berat Jerman berusia 30-an yang juga mengenakan seragam timnas. Salah satu harian besar Jerman Bild juga menggambarkan kekecewaan tetapi mengakui bahwa Spanyol memang sekelas lebih baik.
Duel Jerman – Spanyol berlangsung cukup menarik, keras, namun dalam batas sportivitas. Hal ini perlu menjadi contoh bagi pesepakbola kita yang acapkali merasa paling hebat di lapangan, bahkan putusan wasit selalu dibantah dan dengan emosi meluap-luap tak terkontrol melampiaskan kemarahannya di lapangan sehingga terjadi kerusuhan, perkelahian antar-pemain yang melibatkan penonton.Wajar saja kalau penggila bola menjadi malas menonton pertandingan lokal kalau sudah melihat kualitas pertandingan Piala Eropa.
Spanyol memang pantas juara. Bahkan pelatih Jerman Joachim Loew mengakui kehebatan lawannya, karena dia mamandang pemainnya sudah berjuang maksimal, tetapi masih tetap kalah. Itulah sepakbola yang jujur. Loew mengatakan sangat puas dengan apa yang telah dipertunjukkan skuadnya sepanjang turnamen itu.
Gol Fernando Torres pada babak pertama, menurut Loew berawal dari kesalahan bek Philipp Lahm –pencetak gol penentu kemenangan 3-2 atas Turki pada semifinal–, membuat Jerman gagal merebut Piala Henri Delaunay untuk keempatkalinya. Saya pikir kami bisa puas dengan turnamen ini secara keseluruhan.
“Kami harus menyadari kekalahan ini dan bagi kami, ini menjadi insentif untuk bekerja keras dalam dua tahun ke depan. Bagi kami, ini adalah performa yang bagus bisa sampai ke final, ini luar biasa dan kami bangga dengan itu,” papar pelatih muda Jerman yang semula diragukan kemampuannya itu.
Pelatih Jerman itu, yang diprediksi akan bertahan dikursinya untuk mengarungi kualifikasi Piala Dunia 2010, mengatakan Spanyol sangat pantas merebut gelar kampiun tahun ini. Dan kami harus mengakui kualitas tinggi para pemain Spanyol.
Spanyol sudah membuktikan kehebatannya dan prestasi membanggakan itu diperoleh dengan kerja keras semua pemain dan pelatih serta dukungan federasi sepakbola Spanyol beserta masyarakatnya yang luar biasa memberi dukungan. Sangat pantas tim matador juara. Mereka (Spanyol) tim terbaik saat ini. Kita, khususnya PSSI perlu belajar dari Euro 2008.=


Comments