16 Badai Lagi Landa Filipina Tahun Ini
27 Juni 2008 | 16:12 WIB
“Kami hendaknya lebih mempersiapkan diri untuk menghadapi kemungkinan selain Frank (nama setempat dari Fengshen),” kata pejabat pemrakira cuaca Nathaniel Cruz pada suatu acara TV. Nathaniel Cruz adalah dari Lembaga Layanan Astronomi, Cuaca dan Geofisika Filipina (PAGASA).
Fengshen menyapu seluruh 12 provinsi di Filipina tengah pada akhir pekan lalu, yang menyebabkan sebanyak 629 orang tewas dan lebih dari 900 lainnya masih dinyatakan hilang, menurut data terakhir dari pemerintah.
Sebuah kapal penumpang, dengan 862 orang di dalamnya, dijungkir oleh topan ganas dan 56 orang yang dibenarkan pemerintah mereka masih hidup. Sementara itu, kerusakan tanaman pangan mengakibatkan kerugian lebih dari enam miliar peso atau setara 135 juta dolar AS, termasuk kerusakan properti, seperti yang dicatat oleh Dewan Koordinasi Bencana Nasional Filipina.
Cruz mengatakan, badai topan yang tak terprakirakan dan topan Fengshen yang ganas menunjukkan tanda-tanda semakin efektifnya perubahan iklim dan pemanasan global.
PAGASA memperkirakan ada 16 badai tropis lagi yang akan memasuki wilayah Filipina sampai Desember depan, ujarnya. Kendatipun demikian, para petugas pemrakira cuaca membantah laporan-laporan sebelumnya bahwa PAGASA telah memperkirakan adanya tiga lagi badai ganas atau mungkin super topan yang akan memasuki wilayah negara, tak berapa lama setelah topan Fengshen.
Dia mengatakan biro cuaca tidak mempunyai kemampuan untuk memprakira adanya badai ganas tersebut, yang belum memasuki wilayah Filipina, atau mempertanggungjawabkan kebenarannya. “Dalam beberapa hari mendatang atau beberapa bulan ke depan, kami memperkirakan adanya 16 badai tropis lagi. Tapi, kami tak bisa mengatakan kapan badai tersebut akan terjadi, atau seberapa jauh kekuatan mereka,” kata Cruz pula. ( ant/xinhua )


Comments