Verifikasi Dayah Masih Berlangsung Di Aceh

Banda Aceh ( Berita ) :  Pemerintah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) masih melakukan verifikasi lembaga pendidikan tradisional dayah (pondok pesantren) yang tersebar di 23 kabupaten/kota daerah itu.

“Verifikasi ini penting untuk mendata kembali jumlah dayah, sekaligus bagi pembinaan lanjutan agar lebih baik,” kata Kepala Badan Pembinaan dan Pendidikan Dayah Provinsi NAD, Bustami Usman, di Banda Aceh, Rabu [25/06].

Berdasarkan laporan sebelumnya, jumlah dayah mencapai sekitar 600 unit tersebar merata di seluruh Aceh. Untuk pembinaan lembaga ini, Pemerintah Aceh mengalokasikan dana pembinaan dayah senilai sekitar Rp170 miliar.

“Sebelum adanya Badan Pembinaan dan pendidikan Dayah, pondok pesantren di Aceh itu di bawah Dinas Pendidikan Provinsi NAD,” tambahnya.

Alokasi dana bersumber dari APBA 2008 untuk dayah  merupakan terbesar dalam sejarah. Dana tersebut diperuntukkan bagi pembangunan fisik dan berbagai kegiatan lainnya,” jelas Bustami Usman.

Verifikasi dayah bertujuan untuk mengetahui tipe dari pondok pesantren yang selama ini dikelola secara tradisional di provinsi ujung paling barat Pulau Sumatera itu. Kegiatan ini bagi peningkatan kualitas dayah di masa mendatang, ujarnya.

Dia berharap tim verifikasi dapat menyelesaikan tugas pendataan dalam waktu dekat, sehingga Pemerintah dapat menyalurkan dana bagi pemberdayaan dan pengembangan pondok pesantren itu.

 Verifikasi tersebut juga untuk mengetahui mana yang benar-benar beroperasi sebagai dayah dan balai pengajian. Kalau dayah (pondok pesantren) itu menampung santri dalam jumlah besar dan dilengkapi dengan asrama. “Kalau balai pengajian kan tidak menampung penginapan santri dan biasanya belajar mengajar diselenggarakan rutinitas setiap hari atau minimal tiga kali pertemuan dalam sepekan,” katanya. ( ant )

Comments are closed.