PDIP Mau Jadi Oposisi Di Sumut , Asal Jangan Omong Saja. : Harian Berita Sore

PDIP Mau Jadi Oposisi Di Sumut , Asal Jangan Omong Saja.

11 Juni 2008 | 16:52 WIB

Fraksi PDIP di DPRD Sumut katanya  jadi oposisi  pada masa gubernur  baru terpilih  yang akan dilantik 16 Juni 2008. Fraksi PKS di DPRD Sumut mengatakan biasa-biasa saja, namanya politik. Partai pendukung Syamsul Arifin banyak di DPRD. Demikian berita di surat kabar terbitan Medan.

Omongan orang politik di Indonesia sulit jadi pegangan kebenaran. Bagi mereka politik itu, boleh  hari ini salah besok benar. Atau ini hari merah  besok kuning. Kata mereka tergantung kepada situasi dan kondisi. Lebih tepatnya tergantung kepada pendekatannya.

Apa kata ilmu pasti dan kebenaran bagi mereka tidak tepat. Maka muncullah di Indonesia kata,  politik itu kotor. Pada hal sebenarnya politik itu bagus hanya manusia yang menganutnya/menjalankannya  salah alias menyimpangkannya.

Di negara maju omongan orang politik benar bukan yang dibenarkan. Serupa dengan ucapan pejabat dan yang berpendidikan tinggi. Tidak ada istilah mereka terobosan dan kebijaksanaan tapi harus tunduk kepada  undang-undang dan peraturan.

Tepatnya tunduk  pada hukum. Bukan seperti di Indonesia terutama belakangan ini, hukum dan peraturan itu hanya untuk rakyat biasa terlebih rakyat kecil. Maka muncullah penjahat baru di kalangan elite politik, pejabat tinggi negara dan daerah. Mereka menggarong uang negara dengan jalan akal-akalan. untuk korupsi

Masa sbelum orde baru sikap oposisi dari anggota legislatif adalah hal biasa. Oposisinya tegas dan tepat. Pengurus partai mengawasi karena ketua tidak masuk jadi anggota legislatif.  Sekarang siapa yang mengoreksi, ketuanya saja ikut terlibat?

Calon dari PDIP kalah pada Pilkada Sumut 16 April 2008. Apakah karena kekalahan ini maka jadi oposisi? Tidak mengena. Jika nantinya bagus dan sesuai dengan aturan dijalankan Gubsu yang baru, apa artinya oposisi? Atau disuarakan sekarang agar Syamsul Arifin setelah dilantik mendekati orang PDIP di DPRD? Ini tujuan tidak baik dan tidak terhormat.

Masa lalu jika sudah diucapkan harus dilaksanakan, agar yang mendengar meyakini ucapannya. Jika tidak dilaksanakan maka dikatakan pembohong.    Begitukah oposisi PDIP di DPRD Sumut? [ Marihot Siagian  di Glugur Medan ]

 

Comments

Comments are closed.