Cirebon Dan Indramayu Bakal Dilanda Kekeringan
“Saat ini debit air di Bendung Rentang sudah menurun drastis, sehingga diprediksi pada Juli mendatang merupakan titik kritis dan bisa berlanjut sampai Agustus,” kata Staf PSDA Jawa Barat Ir Yeye Setiadi, di Cirebon, Selasa [03/06].
Ia menjelaskan, banyak petani yang memaksakan menanam padi terbukti dai wilayah pengairan Bendung Rentang dari rencana tanam 53.490 hektar, saat ini realisasi sudah mencapai 74.502 hektar di Cirebon dan Indramayu sehingga ketersediaan air tidak akan bisa mencukupi semuanya.
Saat ini,menurut Yeye, kondisi ketersediaan air cukup memprihatinkan, mengingat tahun lalu, pelaksanaan gilir giring baru dilakukan pada bulan Juli, tetapi tahun ini, gilir giring sudah dilakukan pada Mei lalu.
Selain itu, sungaiyang biasanya bisa digunakan untuk membantu pasokan air ke Bendung Rentang pun saat ini sudah tidak bisa diandalkan, karena sungai-sungai tersebut difokuskan untuk mengairi areal pertanian di daerah yang dilalui sungai sehingga sudah berkurang jauh saat sampai di Bendung Rentang yang berfungsi sebagai pembagi air.
Sementara itu Kasi Operasional, Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk Cisanggarung, Ir Kasno, mengungkapkan bahwa saat ini debit air di Bendung Rentang yang terletak di Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka, Jabar, tinggal 14 m3/detik. “Debit air itu dibagi untuk Saluran Induk (SI) Sindupraja sekitar 10 m3/detik dan sisanya ke SI Cipelang sebesar 4 m3/detik,” tuturnya.
Kasno mengungkapkan rendahnya debit air di Bendung Rentang karena memang air dari daerah hulu, yaitu dari Sungai Cimanuk pun sudah semakin menurun dari tahun ke tahun karena rusaknya lingkungan di wilayah hulu sungai.
“Bendung Rentang hanya berfungsi untuk mengalirkan air, bukan untuk menampung. Sehingga sangat bergantung pasokan air dari daerah hulunya, oleh karena itu konservasi harus dilakukan secara sungguh-sungguh untuk menyelamatkan debit air Sungai Cimanuk,” tuturnya.
Menurut Kasno, selama ini tidak ada waduk yang menampung debit air Sungai Cimanuk saat musim hujan sehingga dari potensi air yang mengalir dari Sungai Cimanuk mencapai 4,3 milyar m3/tahun tetapi 80 persen terbuang percuma ke laut saat musim hujan tiba. “Solusinya hanya dengan pembangunan Waduk Jatigede di Sumedang, disertai dengan konservasi di daerah tangkapan air di hulu sungai,” tuturnya. ( ant )