Sanggam Masuki Dunia Politik Demi Pertanian Taput

Jakarta,(Berita) : Putra kelahiran Tarutung bernama Sanggam Hutapea tidak dapat menolak panggilan jiwa yang keluar dari dalam hati sanubari yang paling dalam.Kesuksesan yang sudah dicapai dengan mengendalikan berbagai perusahaan, ternyata tidak membuat anak yang dilahirkan tanggal 17 Januari 1961 merasa tenang dan senang. Kegelisahan akan keberadaan daerah kelahirannya, selalu mengusik setiap derap langkah kakinya yang makin memantapkan posisinya dikalangan elite pelaku bisnis di Ibukota Republik Indonesia.

Keterusikan  Ir Sanggam Hutapea, MM menjadi sebuah tantangan yang harus diwujudkannya. Kesuksesan yang diraih, seakan tidak berarti apa-apa, selama dirinya terus diusik kegusaran akan kampung halaman.  Untuk apa sukses tetapi tidak mampu  meletakkan kesuksesan itu untuk membangun kampung kelahiran. 

Sosok Sanggam Hutapea adalah sosok anak manusia yang penuh kesederhanaan dan senang menghadapi tantangan. Jiwa untuk bekerja keras, Kecerdasan, dan kewibawaan untuk jadi pemimpin adalah kesan yang sangat menonjol, yang terlihat jelas ketika wartawan Berita Sore  untuk pertama kali bertemu dengan Sanggam Hutapea, belum lama ini di Jakarta.

Berbagai masalah politik, ekonomi, teknologi , sosial dan budaya yang  sengaja dilontarkan  Berita Sore, seluruhnya dijawab dengan gamblang, santun, dan tak emosional

Pengetahuan yang luas membuat Sanggam Hutapea memahami berbagai masalah.

Dia terus terang mengakui, dirinya bukan seorang politisi, tetapi untuk menjawab tantangan memberikan yang terbaik bagi Tapanuli Utara, khususnya membangkitkan pertanian di daerah itu, Sanggam  harus memasuki dunia politik  sehingga mempunyai jalan untuk  berbakti bagi daerah kelahiran.

Dia mengakui, pertanian di Taput menjadi fokus utama bagi dirinya. Hafrus ada terobosan yang mutakhir untuk pengelolaan pertanian  Di Taput, sehingga hasil pertanian  mengangkat derajat masyarakat Taput menuju kesejahteraan. ” Saya sudah melihat petani colkat di Pahea, tetapi hasil panennya tidak berkembang akibat para petani masih terus menerapkan pola pertanian tradisional,” katanya.

Untuk itu, Sanggam sudah mengajak ahli pertanian ke perkebunan Colkat di Pahea, dan solusi untuk meningkatkan pertanian coklat itu sudah didapatkan. Tetapi,   Sanggam mengakui bahwa dalam menata bidang pertanian secara baik tentu akan berhasil jika  didukung pemerintah dan dibantu semua pihak, terutama  masyarakat petani. ” Para petani di Taput perlu diberikan pengetahuan tentang pertanian melalui training-training khusus secara bersinambungan dengan praktek serta diberikan kemudahan modal.

Dia menekankan menata pertanian yang baik di Taput perlu perjuangan  yang diterjemahkan dengan ketekunan dan keseriusan. Sanggam punya keyakinan bahwa pengelolaan Pertanian yang baik akan menjadi kekuatan untuk kesejahteraan rakyat dan kemajuan suatu daerah.  

sanggam juga tidak hanya beretorika, saat ini dia sudah mencari bibit-bibit unggul untuk diperkenalkan kepada masyarakat petani di Taput. Dan dia berjanji, jika masyarakat Taput nanti memberikan kepercayaan memimpin Taput lima tahun ke depan, maka Sanggam  akan  menerapkan pengawasan, mulai dari pemberian bibit-bibit unggul, proses pemanenan hingga mengawasi harga agar  petani tidak selalu jadi korban praktek tengkulak , yang akhirnya membuat para petani selalu merugikan .

Sanggam yang beberapa bulan terakhir ini bolak  balik pulang ke Taruntung, bukan hanya bertemu dengan kalangan masyarakat tetapi juga sudah memetakan  lahan-lahan pertanian, dan sudah juga memikirkaan bagaimana pengairan  untuk memenuhi kebutuhan pertanian . Satu hal yang mungkin akan dilakukannya dengan memanfaatkan pergaulannya yang luas selama ini dikalangan pebisnis adalah menarik nvestor untuk menampung hasil pertanian masyarakat Taput  dengan harga yang menguntungkan petani.

Sanggam Hutapea sangat yakin, pertanian yang dikelola dengan baik akan menghasilkan buah yang baik. Jika pertanian di Taput baik, maka pondasi perekonomian akan kuat sehingga mampu mewujudkan  rakyat yang sejahtera dan menjadi awal kebangkitan Tapanuli Utara dari tidur yang panjang. 

Kecintaan sanggam akan pertanian, bukan hanya membuat pertanian baik tetapi Sanggam juga sudah membuat antisipasi akan era globalisasi yang tentu menciptakan persaingan ketat. (aya)

Comments are closed.