Tim Amdal JBIC Tinjau Persiapan Waduk Jatibarang
30 Mei 2008 | 15:35 WIB
Tim Amdal JBIC dipimpin Juighiro Sahara meninjau paket proyek drainase kota Semarang, lokasi Waduk Jatibarang, dan rencana normalisasi Sungai Garang/Banjir Kanal Barat. JBIC merupakan penyandang dana paket pembangunan Waduk Jatibarang di Kota Semarang.
Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pemali-Juana, Hartanto mengatakan, tim JBIC yang datang hari ini terkait dengan studi amdal dan studi larap (pengadaan lahan dan resettlement) terhadap paket pembangunan Waduk Jatibarang.
“Hal ini tidak terkait dengan teknis, tetapi nonteknis, bagaimana persiapan pembebasan lahan, memindahkan warga atau pedagang kaki lima (PKL) yang terkena proyek waduk dan normalisasi sungai. Jadi persiapan sebelum fisik dimulai,” katanya. Ia mengatakan, mereka meninjau ke lapangan untuk melihat sejauh mana keterkaitan dengan aspek lingkungan, misalnya di suatu tempat yang mau dibangun harus membebaskan lahan masyarakat, ada warga, PKL yang harus dipindah. Mereka akan bertanya langsung dengan warga.
Ia menyebutkan, pada Kamis siang tim JBIC akan meninjau drainase perkotaan, yakni Sunga Semarang dan Sungai Asin. Kemudian Jumat (30/5) ke Pasar Kokrosono mau bertemu dengan para PKL yang sudah pindah, setelah itu ke Jatibarang bertemu dengan orang-orang yang sudah dibayar lahannya untuk proyek waduk.
Hartanto mengatakan, tahap awal pembangunan waduk dilakukan pembebasan tanah di Kelurahan Kandri. Dari sekitar 75,37 hektare lahan yang terkena proyek waduk di Kelurahan Kandri, saat ini lahan yang telah bebas seluas 240.607 meter persegi.
Sejumlah lahan yang telah dibebaskan tersebut, yakni zona III seluas 179.077 meter persegi, zona I dan II seluas 61.530 meter persegi. Rencana pembangunan Waduk Jatibarang seluas 221,65 hektare akan menempati wilayah kelurahan Kandri dan Jatirejo di Kecamatan Gunungpati dan Kelurahan Kedungpane dan Jatibarang di Kecamatan Mijen. ( ant )


Comments