Menhub Tinjau Pelabuhan Malahayati
29 Mei 2008 | 16:36 WIB
Banda Aceh ( Berita ) : Menteri Perhubungan Ir Jusman Syafii Djamal dalam kunjungan dua hari di Banda Aceh, Kamis (29/5) meninjau sarana dan prasarana Pelabuhan Malahayati, Krueng Raya, Aceh Besar dan Pelabuhan Ulee Lheu, Banda Aceh, yang rusak akibat bencana alam tsunami 26 Desember 2004.
“Saya melihat Pelabuhan Malahayati/Kreung Raya kini telah berpungsi kembali, sedangkan Pelabuhan Ulee Lheu masih dalam tahap pembangunan, guna pemulihan fungsi pelabuhan dan fasilitasnya agar dapat beroperasi kembali secara normal,” katanya atas pertanyaan pers di Banda Aceh.
Pelabuhan Ulee Lheu dibangun atas bantuan dana dari Pemerintah Australia, tahap pertama dialokasikan dana 2,6 juta dolar AS dari dana Australia Indonesia Patnership for Rekonstruction anda Development (AIPRD), sedangkan tahap kedua telah dialokasikan lagi sekitar delapan juta dolar AS.
Dalam peninjauan yang didampingi Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dan Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi Informasi dan Telematika Yuwaldi Away juga mendapat penjelasan bahwa dalam waktu setahun telah dilakukan perbaikan bendungan pemecah ombak pantai Ulee Lheu sepanjang 1,4 KM serta sebuah dermaga baru.
Menhub Jusman menyambut gembira, dibukanya kembali pelabuhan Ulee Lheu, saat ini lebih dari 900 orang setiap harinya menggunakan pelabuhan transit dan bahan bangunan yang digunakan untuk kegiatan rekonstruksi bagi kelancaran keluar masuk Banda Aceh dengan mudah.
Menurut laporan, Terminal Ferry parmanen Ulee Lheu ini merupakan salah satu infrastruksi terakhir yang dibangun Australia di Aceh. Kegiatan tersebut diharapkan dapat diselesaikan pada Juni 2008.
Data lain yang diperoleh menyebutkan, Pelabuhan Ulee Lheu mengalami hancur total saat dilanda bencana tsunami lalu, sebelumnya pelabuhan tersebut dilindungi pemecah ombak yang mengelilingi pelabuhan disebelah utara dan selatan. Di antaranya terdapat bangunan terminal tiga lantai yang dapat menampung petugas pelabuhan dan pengguna jasa lainnya.
Proyek rekonstruksi Pelabuhan Ulee Lheu ini merupakan bagi dari total dana bantuan Australia ke Aceh pasca bencana tsunami senilai 252 juta dolar AS. Seluruh pekerjaan tersebut diharapkan selesai Juli mendatang. ( ant )


Comments