Obama Yakinkan Warga Yahudi
San Fransisco ( Berita ) : Bakal kandidat presiden Amerika Serikat Barack Obama, Kamis [22/05] , berbicara di salah satu komunitas Yahudi terbesar di AS, antara lain untuk menekankan komitmennya terhadap keamanan warga Israel serta meluruskan persepsi yang salah dari sebagian kalangan yang menganggap ia beragama Islam.
Obama –senator yang makin terlihat akan mengalahkan saingannya Hillary Rodham Clinton dalam pencalonan presiden dari Partai Demokrat– hadir di sebuah sinagog (tempat ibadah Yahudi) di Boca Raton, Florida, salah satu konsentrasi pemilih Yahudi di AS.
Dalam keberadaannya selama dua jam di gereja Yahudi tersebut, Obama mencoba meluruskan pandangan tidak tepat dari sebagian kalangan tentang posisinya untuk isu Timur Tengah, terutama Israel.
Jika terpilih sebagai presiden AS, kata senator asal Illinois itu, ia tidak akan berunding dengan Hamas atau Hizbullah kecuali bila dua kelompok garis keras tersebut menjauhi praktek-praktek yang disebutnya sebagai terorisme.
“Kita tidak akan berunding dengan kelompok teroris yang punya niat untuk menghancurkan Israel. Kita baru akan berunding dengan Hamas kalau mereka melepaskan diri dari teror, mengakui hak Israel untuk hidup dan menghormati kesepakatan-kesepakatan yang sudah ada,” kata Obama seperti dikutip The New York Times.
Dalam kapasitasnya sebagai calon presiden AS, Obama meminta para warga Yahudi –dalam memutuskan apakah akan memilih dia atau tidak– untuk melihat dirinya dari kacamata kebijakan apa yang dibuatnya, bukan dari kacamata identitas pribadi.
“Kalau kebijakan-kebijakan saya salah, jangan pilih saya. Tapi keputusan untuk tidak memilih saya jangan sampai didasarkan karena ’siapa saya’,” kata Obama.
Pada kesempatan itu, senator yang pernah menghabiskan sebagian masa kecilnya di Indonesia tersebut menerima beberapa pertanyaan dari para warga Yahudi, termasuk soal identitasnya yang kerap disalahtafsirkan sebagai penganut Islam.
Ia menekankan kembali bahwa dirinya benar-benar penganut Kristen.
Obama, yang juga dituduh sebagian kalangan Yahudi sebagai sosok yang tidak terlalu mendukung Israel, meminta para warga yang hadir untuk tidak mengungkit-ungkit namanya — yang pernah dicurigai berbau nama-nama mirip “teroris”, serta untuk menghapus surat-surat elektronik berantai yang menyebutnya sebagai seorang Muslim.
Obama sendiri belakangan ini terlihat terus berupaya menunjukkan kedekatannya dengan kalangan Yahudi dan mendapat dukungan dari kalangan tersebut untuk memuluskan jalannya menuju kursi kepresidenan AS.
Ia, misalnya, baru-baru ini hadir dan berbicara dalam acara peringatan 60 tahun negara Israel di kedutaan besar Israel di Washington, juga secara berkala berbicara dengan media Yahudi.
Pada acara hari Kamis itu, para tokoh yang berbicara sebelum Obama, baik rabi (pendeta Yahudi), senator, dan anggota kongres asal Florida Robert Wexler, memperlihatkan dukungan mereka terhadap Obama dengan meminta warga Yahudi untuk tidak mempercayai isu-isu tak berdasar soal Obama.
“Banyak kalangan belum mengetahui bahwa Barack Obama adalah benar-benar teman baik warga Yahudi dan telah sekian lama menjadi teman yang baik bagi Israel,” kata senator asal Palm Beach, Dave Aronberg, seperti dikutip Politico.
Menurut jajak pendapat yang dikeluarkan Gallup bulan lalu, pamor Obama di kalangan Yahudi jauh lebih tinggi dibandingkan calon presiden dari Partai Republik, John McCain, dengan jumlah suara 61 persen berbanding 32 persen. ( ant )