Tolak Kenaikan BBM, 78 Ribu Anggota FSP BUMN Ancam Mogok Nasional
22 Mei 2008 | 16:12 WIB
Jakarta ( Berita ) : Sekitar 78 ribu anggota Federasi Serikat Pekerja Badan Usaha Milik Negara (FSP BUMN) mengancam akan melakukan mogok nasional jika pemerintah benar-benar menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
“FSP BUMN akan berupaya dengan sekuat-kuatnya untuk melawan rencana kenaikan harga BBM dengan cara aksi mogok kerja nasional,” kata Sekjen FSP BUMN M Munif, kepada wartawan di Jakarta, Kamis [22/05] .
Menurut Munif FSP BUMN beranggotakan 104 SP BUMN dengan sekitar 78 ribu anggota. Dalam kesempatan itu, FSP BUMN menyatakan menolak rencana pemerintah menaikan harga BBM.
FSP BUMN juga mendesak pemerintah untuk secara serius melaksanakan penghematan APBN, dengan memperioritaskan pembangunan berdampak langsung pada peningkatan kehidupan pekerja dan rakyat Indonesia. Selain itu, dengan menerapkan saksi hukum berat dalam penegakkan hukum untuk penyelesaian kasus korupsi. “FSP BUMN menyarankan pemerintah melakukan peningkatan pajak progresif sehingga orang-orang kaya agar membayar pajak lebih besar sehingga defisit APBN bisa teratasi,” kata M Munif.
Ketika ditanyakan kapan aksi mogok nasional tersebut akan dilaksanakan, Munif mengatakan, segera setelah adanya pengumuman kenaikan harga BBM.
Namun ketika ditanyakan kenapa aksi mogok nasional baru akan dilaksanakan setelah kenaikan BBM, Munif mengaku minggu depan (Senin, 26/5) sudah siap. “Tapi kita mendengar kemungkinan pengumuman dimajukan besok Sabtu (24/5), jadi kita terus konsolidasi. Targetnya pemerintah tidak menaikan BBM,” kata Munif.
Munif mengaku bahwa aksi mogok nasional tidak harus dilakukan dengan turun ke jalan, namun bisa dilakukan dengan aksi tidak bekerja. Meskipun FSP BUMN merupakan pegawai negeri, tambah Munif, namun mereka mengaku sudah siap dengan segala resiko. “Yang jelas berserikat dan mengeluarkan pendapat itu dijamin dan dilindungi oleh UU,” kata Munif ( ant )


Comments