Presiden Medvedev Memulai Kunjungan Tiga Hari Ke Asia
22 Mei 2008 | 15:59 WIB
Moskow ( Berita ) : Presiden Rusia Dmitry Medvedev Kamis meninggalkan Moskow untuk kunjungan tiga hari di negara-negara Asia.
Kepala negara baru Rusia itu, yang mengambil-alih kepemimpinan pada awal bulan ini, akan melakukan kunjungan luar negeri pertamanya ke Kazakhstan (22-23/5) dan China (23-24/5).
“Saya memenuhi janji saya bahwa saya akan bermalam setelah pemilihan. Yang pertama saya akan ke Kazakhstan, yang mempunyai hubungan dekat dengan Rusia dan kemudian ke China. Ini adalah lawatan internasional pertama saya,” kata Medvedev.
Dmitry Medvedev dan Presiden Kazakh, Nursultan Nazarbayev, sudah saling kenal baik. Mereka saling bertemu pada saat Medvedev melakukan kunjungan-kunjungan ke luar negeri, misalnya pada pertemuan tingkat tinggi CIS di Moskow dan acara-acara multilateral lainnya.
“Pada tahun ini agenda hubungan politik antara Rusia dan Kazakhstan sangat sibuk,” kata pembantu kepresidenan, Sergei Prikhodko.
“Suatu forum berkala para kepala wilayah-wilayah perbatasan Federasi Rusia dan Kazakhstan akan diselenggarakan pada musim gugur depan. Presiden-presiden Rusia dan Kazakhstan juga akan turut ambil bagian dalam pertemuan itu. Kemudian, pertemuan puncak para pemimpin CIS juga segera akan diadakan. Pertemuan-pertemuan lainnya, mungkin akan diselenggarakan sebelum akhir tahun ini,” kata Prikhodko.
Medvedev berkunjung ke China dalam kapasitasnya sebagai wakil perdana menteri. Pada saat ini dia akan bertemu beberapa kali dengan Presiden China Hu Jintao.
Pada 2008, Rusia dan China tampaknya akan melanjutkan kontak tingkat tinggi mereka dalam konferensi tingkat tinggi negara-negara G-8 di Jepang.
Dalam tahun-tahun ini, China telah diundang untuk menghadiri pertemuan puncak forum Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) dan Forum Organisasi Kerjasama Shanghai.
Maka tidak heran bahwa Dmitry Medvedev melakukan kunjungan luar negeri pertamanya ke Kazakhstan dan China. Rusia mempunyai belahan terpanjang perbatasan kedua negara. Ini yang membuat pembangunan perdagangan dan hubungan ekonomi serta kerjasama di banyak bidang, antara kedua negara. ( ant/Itar-Tass )


Comments