Polri Tunggu Visum Dokter Soal Mahasiswa Tertembak
22 Mei 2008 | 15:56 WIB
Jakarta ( Berita ) : Polda Metro Jaya menunggu hasil visum dokter terkait informasi yang menyebutkan seorang mahasiswa yang menjadi korban luka tembak ketika aksi unjuk rasa menentang kenaikan harga BBM di depan gedung DPR, Jakarta, Rabu (21/5).
“Polisi berupaya untuk mendapatkan hasil visum sebab dari sinilah akan diketahui apakah benar luka itu akibat terkena peluru atau yang lain,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ketut Untung Yoga Ana di Jakarta, Kamis [22/05] .
Yoga Asa mengatakan, jangankan luka di bagian dalam, luka tergores akibat peluru saja dapat dibuktikan secara medis. “Secara ilmu forensik pun juga dapat dibuktikan apakah itu luka gores karena peluru atau bukan,” katanya.
Ia mengatakan, Polda Metro Jaya akan menyelidiki informasi ini untuk memastikan ada tidaknya unsur tindak pidana dalam kasus ini dan siapa pun yang terlibat akan diambil tindakan secara hukum. “Menyebutkan adanya luka tembak itu tidak boleh asal sebut. Darimana dia tahu kalau itu luka tembak,” ucapnya. Yoga Ana menegaskan, polisi yang mengamankan aksi unjuk rasa tidak dibekali dengan senjata api dan senjata tajam.
Polisi hanya dibekali dengan tameng, pentungan, gas air mata dan water canon (mobil penyemprot air). Senada Yoga Aba, Kepala Bidang Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Pol Bambang Kuncoko menegaskan tidak ada tembakan saat polisi mengamankan unjuk rasa mahasiswa. ( ant )


Comments