HMI : Cari Alternatif Selain Menaikkan Harga BBM
22 Mei 2008 | 16:11 WIB
Jakarta ( Berita ) : Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB) HMI meminta pemerintah mencari alternatif lain untuk menyelamatkan Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) selain mengurangi subsidi bahan bakar minyak (BBM).
“Pemerintah seharusnya lebih kreatif dalam membuat terobosan,” kata Ketua Umum PB HMI Fajar R Zulkarnain dalam acara diskusi memperingati 10 tahun reformasi dan 100 tahun kebangkitan nasional di Jakarta, Kamis [22/05] .
Fajar mengatakan, masih banyak peluang lain yang bisa dimanfaatkan daripada menaikkan harga BBM yang semakin menambah beban rakyat kecil, misalnya dengan mengoptimalkan penerimaan pajak. “Saya kira pemerintah tahu peluang apa saja yang bisa dimanfaatkan. Ini hanya persoalan ‘political will’,” katanya.
Dikatakannya, harga minyak mentah dunia berkecenderungan terus naik dan pemerintah tidak mungkin menyikapinya dengan terus menaikkan harga BBM di dalam negeri.
Sementara itu Prof Dhulkifli Zaman Khan dari Murdoch University, Australia, menyatakan, keputusan pemerintah mengurangi subsidi BBM yang berimplikasi harga BBM naik merupakan pilihan yang memang harus diambil guna menyikapi harga minyak dunia yang terus melambung. “Sebab pilihannya hanya dua. Mengurangi subsidi atau membengkakkan APBN dengan surat utang. Tentu pilihan kedua ini juga menambah beban ke depan,” katanya.
Tapi, kata Dhulkifli, dalam menyikapi krisis energi,kebijakan itu harus bersifat jangka pendek, dan tentu saja harus difikirkan antisipasi pada jangka menengah dan panjang.
Khusus menyangkut subsidi, Dhulkifli menyatakan, secara bertahap memang harus dicabut karena tidak baik bagi negara. “Kecuali kalau keuangan negara surplus,” katanya.
Profesor blasteran Palembang-India berkewarganegaraan Singapura itu mengingatkan, dalam kondisi krisis seperti ini tidak semestinya pemerintah dan rakyat berhadap-hadapan, tetapi justru harus meningkatkan saling pengertian dan kerjasama.
“Dalam kondisi krisis, beda pendapat boleh tapi janganlah terpecah belah. Jangan sampai memberi peluang pihak asing memanfaatkan keadaan untuk bermain,” katanya. ( ant )


Comments