KAHMI Maluku Rayakan Kebangkitan Nasional
21 Mei 2008 | 15:39 WIB
Ambon ( Berita ) : Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Maluku, Selasa [20/05] petang merayakan 100 tahun Kebangkitan Nasional sekaligus mengeluarkan sejumlah pernyataan sikap guna mengkritisi melemahnya rasa kebangsaan di tanah air.
Perayaan seabad Kebangkitan Nasional yang dihadiri Wakil Sekretaris Pengurus Nasional (PN) KAHMI Pusat, Hamzah Sangadji itu, juga dirangkaikan dengan peresmian Sekretariat KAHMI Maluku setelah berkiprah selama 26 tahun sejak tahun 1982.
Sejumlah pernyataan sikap yang dikeluarkan dan disampaikan Ketua Umum Pengurus Majelis Wilayah (PMW) KAHMI Maluku, Hamid Talaohu diantaranya, organisasi berbasis Islam itu menilai kondisi objektif bangsa saat ini memerlukan usaha serius semua pihak untuk membangun kembali harkat dan martabat bangsa.
Komitmen untuk membentuk negara kebangsaan yang telah disatukan kebersamaan cita-cita, senasib dan sepenanggungan sebagai bangsa masih perlu terus dihidupkan, Bahaya disintegrasi bangsa yang dipicu oleh persoalan ekonomi, sosial, politik adalah bukti betapa melemahnya rasa kebangsaan kita saat ini.
Erosi kebangsaan ini disebabkan oleh karena telah terjadinya gejala komunalisme politik, sehingga kepentingan pribadi dan kelompok lebih menonjol dibandingkan dengan kepentingan bangsa.
“Nilai-nilai kebangsaan Indonesia yang termuat dalam Pancasila yang memuat lima sila, sudah semakin rontok dan tidak lagi dipandang dalam kehidupan masyarakat kita saat ini,” ujar Talaohu.
Sehubungan dengan itu, KAHMI sebagai organisasi pelanjut misi HMI yang independen serta merupakan wadah kaum cendekiawan, mengajak seluruh elemen bangsa untuk senantiasa menghayati kembali semangat dan jiwa Kebangkitan Nasional, 20 Mei 1908 yang tahun ini memasuki usia seabad.
Seluruh masyarakat, menurut KAHMI harus bangkit, merakit kebersamaan, menghimpun segala potensi yang dimiliki, sehingga secara sinergis bisa menjawab dan menanggapi problematika kebangsaan secara jernih dalam pemecahannya.
Andil Besar
Wakil Sekretaris PN KAHMI Pusat, Hamzah Sangadji, dalam kesempatan itu secara tegas mengatakan, HMI dan KAHMI memiliki andil besar terhadap Kebangkitan Nasional di tanah air yang telah memasuki usia seabad itu.
Ia menjelaskan, dua tahun setelah Indonesia merdeka, HMI lahir pada 5 Februari 1947. Kelahiran HMI juga berdimensi kebangkitan nasional karena sebagai embrio gerakan HMI berada pada ikrar kebangsaan yang mengikuti jiwa bangsa sebagai salah satu lokomotif gerakan nasional.
HMI pun berada pada garda terdepan dalam mengukuhkan ikrar Pancasila sebagai ideologi Indonesia, sekaligus berandil besar mempertahankan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 dari rongrongan ideologi lain.
Sedangkan KAHMI yang lahir pada 17 September 1966 sebagai wadah berhimpun alumni HMI, juga berperan besar terutama memberikan investasi sosio-politis untuk membangun karakter bangsa, serta kader-kader HMI yang telah menjadi alumni HMI juga telah memberikan kontribusi berdaya saing bagi pembangunan bangsa.
Sehubungan dengan itu, Sangadji yang juga anggota Komisi IX DPR-RI ini mengimbau seluruh potensi KAHMI dan HMI untuk terus berkiprah mengobarkan semangat kebangkitan nasional, sehingga pada waktunya dapat mengantarkan bangsa Indonesia keluar dari berbagai krisis multidimensional. ( ant )


Comments