Umat Beragama Indonesia Gelar Pertemuan Besar

Jakarta ( Berita ) : Majelis-majelis agama di Indonesia akan melakukan pertemuan besar di Jakarta pada 20-22 Mei mendatang guna menyusun rekomendasi bagi upaya penguatan persatuan bangsa.

Slamet Effendi Yusuf, Ketua Panitia Pertemuan Besar Umat Beragama Indonesia untuk Mengawal NKRI, di Jakarta, Jumat [16/05] , mengatakan pertemuan yang diprakarsai, difasilitasi dan dibiayai sendiri oleh majelis-majelis agama di Indonesia itu diselenggarakan untuk memeringati seabad kebangkitan bangsa.

agama.jpg

TOLERANSI BERAGAMA : Ketua Umum PP Muhammadiyah yang juga Ketua Indonesian Committee on Religions for Peace (IComRP), Din Syamsudin (kiri), Wakil Ketua DPD, Irman Gusman, dan sejumlah anggota delegasi peserta pertemuan tahap awal Konferensi Agama-Agama untuk Perdamaian Asia (Asian Conference on Religions for Peace/ACRP), berbincang di sela pertemuan, di gedung DPR/MPR, Jakarta, Jumat (16/5). Pertemuan tersebut antara lain untuk mendiskusikan dan bertukar pikiran mengenai toleransi beragama. [ ant Photo ]

“Ini baru pertama kali dilakukan, tokoh-tokoh dari enam agama memprakarsai, memfasilitasi serta membiayainya bersama. Kami sadar kebersamaan semacam ini diperlukan karena banyak sekali problem yang ada di Indonesia,” kata Slamet saat menyampaikan pernyataan bersama tokoh agama Kristen, Katholik, Buddha, Hindu dan Konghucu.

Menurut Slamet, pertemuan itu juga dimaksudkan untuk menegaskan kembali peran agama sebagai perekat persatuan nasional. “Kami ingin menegaskan kembali bahwa persatuan Indonesia juga punya rekatan karena andil umat beragama,” katanya.

Slamet, yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi Kerukunan Beragama Majelis Ulama Indonesia (MUI), mengemukakan hal itu karena belakangan ini kerukunan umat beragama di Indonesia diwarnai sejumlah konflik yang seolah bersumber dari atau dilakukan dengan mengatasnamakan agama.

Lebih lanjut ia menjelaskan, pertemuan besar itu merumuskan rekomendasi bagi upaya penguatan persatuan nasional dan perwujudan perdamaian dunia.

Rekomendasi itu, menurut dia, selanjutnya akan disampaikan kepada pemangku kepentingan terkait dan pemimpin-pemimpin agama di seluruh dunia.

“Selain rekomendasi, kami juga akan menyusun agenda aksi bersama majelis agama-majelis agama di Indonesia, termasuk diantaranya melakukan mediasi atas konflik-konflik antar umat beragama yang terjadi dalam masyarakat,” jelasnya.

Pertemuan besar itu, kata Sekretaris Eksekutif Departemen Diakonia Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) Gomar Gultom, selanjutnya diharapkan bisa mendorong munculnya gerakan moral yang berdampak positif terhadap kondisi sosial dan politik nasional.

Ia menambahkan, pertemuan itu akan dihadiri 300 peserta yang terdiri atas alim ulama, cendekiawan dan umat dari enam agama dari seluruh Indonesia.

Beberapa pembicara kunci yang dijadwalkan menyampaikan ceramah dalam pertemuan itu antara lain Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie, Menteri Agama M. Maftuh Basyuni, KH.Hasyim Muzadi (Nahdlatul Ulama), Din Syamsuddin (Muhammadiyah), Prof.DR..Thamrin Amal Tamagola, KH Ma’ruf Amin (MUI), Mgr.M.D.Situmorang, OFM.,Cap (Konferensi Waligereja Indonesia/KWI), I Made Gde Erata (Parisada Hindu Dharma Indonesia/PHDI), Hartati Murdaya (Perwalian Umat Buddha Indonesia/Walubi), dan Budi S.Tanuwibowo (Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia/Matakin). ( ant )

Comments are closed.