Sumut Akan Fasilitasi Bank Padi Di Enam Daerah
17 Mei 2008 | 11:35 WIB
Medan ( Berita ) : Pemerintah Provinsi Sumatera Utara merencanakan akan memfasilitasi “bank padi” di enam daerah untuk menjaga produksi sekaligus mempertahankan harga jual bahan pangan itu di provinsi tersebut.
Kepala Dinas Koperasi Sumut, Jonni Pasaribu, di Medan, Jumat [16/05] , mengatakan, enam daerah yang direncanakan memiliki bank padi itu adalah Serdang Bedagai, Langkat, Asahan, Tapanuli Utara, Deli Serdang dan Mandailing Natal.
“Kalau enam daerah itu disetujui pusat untuk memiliki bank padi seperti yang diusulkan Dinas Koperasi Sumut, maka di Sumut ada sembilan daerah yang mempunyai fasilitas itu setelah tiga daerah yakni Simalungun, Toba Samsir dan Tapanuli Selatan sudah dioperasikan,” katanya.
Bank padi yang memiliki fasilitas yang bisa dijadikan tempat pengeringan, penggilingan padi dan pengantongan beras hingga 10, 5 ton hingga 14 ton per hari.
“Enam daerah itu dinilai sudah memenuhi persyaratan karena daerah itu dikenal sebagai lumbung beras di Sumut. Tapi tentunya harus dievaluasi lagi dan disetujui pemerintah pusat sebagai pengucur dana,” katanya.
Menurut dia, pengadaan bank padi yang dikelola koperasi daerah, memang sudah mendesak agar harga gabah atau beras terjaga sehingga petani tetap merasa berkepentingan mempertahankan ladang dan sawahnya.
“Ancaman alih fungis lahan padi di Sumut sangat besar karena daerah pertanian juga diincar para pengembang atau petaninya sendiri tergiur menjual sawah/ladangnya untuk dananya dibelikan kelahan sawit,” kata Joni. (ant )


Comments